fbpx
Connect with us

Sosial

Motor Masuk Jurang, Pelajar SMP Tewas Seketika

Diterbitkan

pada

BDG

Ponjong,(pidjar.com)–Jalur Pok Cucak, Bedoyo, Kecamatan Ponjong yang masyur sebagai jalur tengkorak pada Jumat (05/01/2018) malam. Seorang remaja belasan tahun meregang nyawa setelah motor yang dikendarainya menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya terjun ke jurang.

Kecelakaan maut sendiri terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Bermula ketika sepeda motor Suzuki Satria FU dengan nopol AB 8751 AM yang dikendarai oleh Riski (15) warga Bedoyo Wetan, Kecamatan Ponjong melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di lokasi pada kondisi jalan menikung ke kiri, motor yang dikendarai korban menikung terlalu melebar. Lantaran kecepatannya yang terlalu tinggi, Riski yang masih duduk di kelas 2 SMP ini akhirnya tak bisa mengendalikan kendaraannya. Motor kemudian melaju liar dan menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya terjun ke jurang.

Berita Lainnya  Waspada Penyakit Musim Hujan, Dinkes Himbau Masyarakat Untuk Jaga Kebersihan Lingkungan

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Ponjong, Kompol Tri Pudjo melalui Kasi Humas Polsek Ponjong, Aipda Agus Gunawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan, korban laka lantas tersebut ditemukan pertama kali oleh dua orang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas.

"Korban ditemukan dalam kondisi sudah dalam keadaan tidak bernyawa diatas trotoar dengan kondisi tengkurap," ujar Agus.

Sementara itu, salah seorang saksi mata yang menemukan korban, Ipda Sujino, warga Karangmojo menuturkan bahwa saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tergeletak tepat di pinggir jurang. Saat itu, ia yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dari tempatnya berdinas, Polsek Rongkop langsung melakukan pengecekan. Selain sesosok tubuh, ia juga menemukan sepeda motor yang dikendarai korban terperosok ke dalam jurang dengan kondisi hancur di seluruh bagiannya.

Berita Lainnya  Mengenal Lur, Umpan Mancing yang Susah Dicari Jadi Ladang Tambahan Rezki

“Korban waktu itu sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala,” beber Sujino.

Ketika itu, kondisi jalanan memang sangat sepi. Tidak ada saksi yang melihat secara langsung maupun memberikan pertolongan kepada korban.

“Kepada temannya, Riski sebelumnya berpamitan hendak membeli kabel,” urai Jino.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler