fbpx
Connect with us

Pendidikan

Mulai Dibangun Oktober 2019 Ini, Begini Wujud Gedung Anyar UGK

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Menjadi salah satu universitas di Bumi Handayani, Universitas Gunungkidul (UGK) terus berbenah dalam peningkatan kualitas pendidikan yang diberikan pada masyarakat Gunungkidul. Untuk menunjang kesuksesan universitas ini, tak lama lagi dari pihak yayasan yang bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait akan melakukan pembangunan gedung baru. Jika tak ada kendala yang besar dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran, pada Oktober 2019 mendatang, pembangunan gedung UGK akan mulai dilakukan.

Ketua Yayasan Pendidikan Gunungkidul, Eddy Praptono mengungkapkan, dibangunnya gedung anyar ini dilakukan lantaran adanya berbagai pertimbangan. Pasalnya selama belasan tahun berdiri dari tahun 2001 hingga 2019, UGK belum memiliki gedung mandiri. Gagasan demi gagasan akhirnya mengerucut dan disepakati untuk melakukan pembangunan gedung perkuliahan anyar. Gedung tersebut rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni.

Diharapkan dengan gedung baru ini, selain bisa membuat suasana perkuliahan yang lebih kondusif, nantinya juga semakin menarik minat para pelajar di Gunungkidul maupun luar daerah untuk melanjutkan studinya di UGK. Mengingat UGK selama ini telah eksis di kalangan masyarakat dan mencetak lulusan yang tak kalah kualitasnya dengan universitas lain yang berada di kota besar.

“Untuk pembebasan lahan sudah kami lakukan yakni 2000 meter persegi di Desa Selang, Kecamatan Wonosari,” kata Edy Praptono, Rabu (31/07/2019).

Lebih lanjut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul ini memaparkan, gedung baru ini akan dibangun dengan 3 lantai. Fasilitas yang tersedia juga akan mengikuti perkembangan jaman dan teknologi, misalnya terdapat ruang rektorat, administrasi umum, perpustakaan, laboratorium, ruang kuliah, aula, dan lain-lain.

Berita Lainnya  UNBK SMP Pekan Depan, Sekolah Diminta Persiapkan Genset

Anggaran miliaran rupiah tentu dibutuhkan dalam pembangunan gedung sebagai penunjang pendidikan masyarakat Gunungkidul tersebut. Untuk pendanaan pembangunan sendiri akan ditanggung oleh yayasan. Meski tidak sendiri dari pihaknya juga berusaha mencari dana bantuan dari dermawan yang sekiranya ingin membantu pengembangan UGK.

“Ini sedang kami lakukan pembahasan. Jika sekiranya dalam waktu dekat atau 1 bulan ini deal, maka bulan Oktober 2019 langsung dilakukan pembangunan. Mohon doa semua masyarakat agar dapat berjalan lancar,” ucap Edy.

Beberapa waktu lalu, pihak yayasan pendidikan juga telah melakukan pengajuan proposal hibah ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Namun ternyata jawaban dari pusat tidak serta merta dapat memberikan bantuan hibah. Dimisalkan, jika pengajuan 4 ruangan maka paling tidak yayasan telah membangun 2 ruangan terlebih dahulu. Selanjutnya sisanya baru bisa diproses oleh kementerian melalui pertimbangan apakah layak mendapatkan bantuan hibah atau perlu upaya lain.

Pembangunan gedung baru bagi UGK ini disebut Eddy sangatlah mendesak. Lantaran seiring berkembangnya daerah dan pola pikir masyarakat yang mulai berubah akan pandangan pendidikan, mendorong universitas yang ada untuk terus berbenah dalam segala bidang, terlebih fisiknya. Harapan terbesar Edy yakni jika sekiranya fasilitas yang ada telah representatif, maka paling tidak menarik minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan.

“Kalau di daerah punya universitas yang mumpuni kenapa harus pergi keluar daerah? Sekarang masyarakat masih banyak yang melepas kuliah anak mereka di kota. Harapan kami seiring pembangunan dan kualitas yang kami berikan baik, ada dorongan untuk sekolah di Gunungkidul. Toh biaya juga lebih ringan, di UGK paling tidak 16 juta itu sudah sampai selesai, kalau di luar sana mungkin baru 1 semester saja,” urainya.

Kepercayaan dari masyarakat dan pandangan atas kualitas universitas ini lah yang saat ini juga telah dipupuk oleh yayasan. Demikian, sendirinya masyarakat juga akan paham betul mengenai pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Berita Lainnya  Peringati HUT 7 Windu, SMP N 1 Playen Gelar Jalan Sehat dan Bakti Sosial

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Edi Susilo mendukung penuh atas adanya wacana pembangunan gedung UGK yang digagas oleh pihak yayasan. Kendati demikian, politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut sedikit menyayangkan sikap Pemkab Gunungkidul. Pasalnya UGK yang menjadi satu-satunya universitas tinggi di Gunungkidul tidaklah diperhatikan secara maksimal.

Menurut dia, harusnya pemerintah memberikan motivasi dan dukungan lebih. Misalnya saja UGK kemudian diangkat statusnya menjadi perguruan tinggi milik daerah kemudian dioptimalkan dalam pendanaan dan pemberdayaan yang ada.

“Saya sangat mendukung. Siap memperjuangkan. Beberapa waktu lalu dalam pembahasan KUA PPAS dan LKPJ selalu saya sisipkan. Tapi belum ada respon baik,” terang dia .

Ia menyadari bahwa saat ini, universitas terbesar di Gunungkidul ini memang belum memiliki fasilitas yang baik. Adanya gedung anyar ini ia yakini akan menambah kualitas belajar mengajar di UGK dan pada akhirnya akan melahirkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Di era persaingan ketat dalam dunia pendidikan tinggi seperti sekarang ini, lengkapnya fasilitas memang mutlak harus diperhatikan agar bisa bersaing dengan universitas lainnya yang lebih mapan.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler