Pendidikan
Semua Sekolah di Gunungkidul Diklaim Miliki Kualitas Sepadan, Kepala Dinas Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Sistem Zonasi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu mempermasalahkan adanya sistem zonasi bagi peserta didik baru yang sejak beberapa waktu lalu diterapkan. Dinas menjamin seluruh sekolah negeri di Gunungkidul memiliki kualitas tenaga pendidik serta fasilitas penunjang sesuai standar.
Sebelumnya, penerapan sistem zonasi bagi peserta didik baru ini mendapatkan banyak keluhan utamanya dari orang tua siswa yang kurang puas lantaran anaknya tidak bisa masuk ke sekolah favorit. Adanya anggapan keraguan terkait dengan fasilitas dan kualitas tenaga pendidik di sekolah-sekolah non favorit menjadi kekhawatiran para wali murid ini. Anggapan ini kemudian dipatahkan tengan tegas oleh pihak Disdikpora.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid menegaskan bahwa seluruh sekolah terutama sekolah negeri di Gunungkidul dalam kondisi yang relatif sama. Sehingga menurutnya tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang tua atau wali murid terkait kualitas sekolah-sekolah di Gunungkidul.
“Semua sekolah negeri kami terutama di SMP negeri secara keseluruhan dalam kondisi kualitas yang sama. Dari sarana prasarana, gedung, meja, kursi, laboratorium, perpustakaan dalam kondisi yang relatif sama,” ujar Bahron kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu (26/06/2019).
Pun demikian dengan para tenaga pendidik yang ada di Gunungkidul. Bahron menyebut bahwa guru yang mengajar di sekolah-sekolah negeri memiliki kualifikasi akademik yang hampir sama.

“Guru-gurunya memenuhi kualifikasi akademik dan kompetensi. Hampir semua sertifikasi semua S1,” terang dia.
Bahron mengungkapkan, sekolah yang tidak favorit juga tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya selama ini, guru-guru dari sekolah tidak favorit justru banyak memenangi kompetisi tingkat nasional dan mereka juga banyak yang dikirim ke luar negeri untuk mengikuti pelatihan.
“Ada yang dari SMP 5 Panggang itu ke Jepang, kemudian guru dari SMP 3 Panggang itu ke Cina. SMP 4 Playen itu ke Belanda. Jadi guru-guru yang ada di pinggiran itu juga sama kualitasnya. Jangan diragukan lagi,” ujar dia.
Terkait dengan adanya kekhawatiran minimnya daya saing bagi para siswa sendiri, Bahron menjelaskan bahwa di manapun siswa sekolah, jika memiliki daya saing tentu akan berusaha menjadi yang terbaik di sekolah itu. Bahkan menurutnya, nanti jika para siswa itu tidak bisa masuk ke sekolah favorit namun memiliki kecerdasan dan semangat yang tinggi mampu meraih posisi terpuncak di kelasnya.
“Kalau misal dia di sekolah favorit peringkat 5, kalau di non favorit bisa peringkat 1. Itu kan memuaskan membuat siswa semakin semangat,” imbuh Bahron.
Bahron menegaskan, untuk tenaga pendidik juga akan dilakukan rotasi. Dalam hal ini pihaknya akan menerapkan zonasi guru sehingga persebaran guru semakin merata.
“Namanya zonasi guru bukan berarti memindahkan guru ke dekat rumahnya tetapi dalam 1 zonasi itu kita petakan agar satu dengan yang lain kita perkuat,” ungkap dia.
Ditambahkannya, PPDB untuk SMP sendiri akan berlangsung pada 1 Juli hingga 3 Juli 2019. Namun begitu jika nantinya ditemui kendala pihaknya akan melakukan perpanjangan waktu pendaftaran.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
