fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Mulai Lirik Potensi Kelengkeng di Gunungkidul, Bupati: Hasil Panennya Luar Biasa

Diterbitkan

pada

BDG

Semanu, (pidjar.com)–Potensi pertanian baik tanaman pangan, buah-buahan, maupun hortikultura di Gunungkidul cukup besar untuk dikembangkan. Meskipun terkenal dengan daerah yang sering kesulitan air saat musim kemarau, namun jika sektor pertanian dikembangkan dengan baik, maka potensi produktifitas petani akan meningkat yang berujung pada kesejahteraan.

Dalam kunjungannya di kebun budi daya kelengkeng Padukuhan Gunungkunir, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan jika dirinya ingin memastikan sektor pertanian di Gunungkidul berjalan dengan baik.

“Kunjungannya tidak hanya di sini ya, ada beberapa lokasi yang saya kunjungi. Saya ingin memastikan di Gunungkidul cocok untuk tanaman seperti ini. Hasilnya memang luar biasa,” ucap Bupati.

Ia mencontohkan, budidaya kelengkeng di Padukuhan Gunungkunir yang saat ini telah berkembang sendiri dapat berdampak ke beberapa hal. Misalnya, hasil buah kelengkeng dapat dipasarkan sehingga menambah perekonomian warga. Selain itu, warga sekitar dapat diberdayakan melalui adanya perkebunan kelengkeng.

“Saya ingin memastikan panennya seperti apa sih di masa-masa seperti ini. Tadi ada beberapa yang saya cek hasil panennya sangat bagus,” imbuhnya.

Melihat potensi pengembangan ke depan, menurutnya budidaya Kelengkeng dapat ditiru di wilayah lain sebagai inspirasi untuk meningkatkan perekonomian warga lokal. Menurutnya, budidaya Kelengkeng cukup cocok untuk dikembangkan di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Bupati Sunaryanta Soroti Serapan Anggaran Yang Masih Rendah

“Di Gunungkidul kan rata-rata cocok untuk ditanami Kelengkeng, tentu melihat juga potensi yang ada juga termasuk tanahnya,” terang Sunaryanta.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Wanita (KWT) Sedyo Maju, Suyanti mengungkapkan jika kendala dalam budidaya Kelengkeng ialah ketersediaan air. Namun hal itu dapat diantisipasi melalui air PDAM untuk mencukupi kebutuhan air tanaman. Selain itu kendala yang sering ditemui ialah tentang pemupukan tanaman. Menurutnya, dalam pemberian pupuk ini memang perlu takaran yang pas agar tidak justru merusak tanaman.

“Satu tahun sekitar tiga kali panen. Kalau harganya itu bervariasi, yang paling bagus sekilo itu Rp. 40 ribu dan yang paling murah Rp. 20 ribu sekilo,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler