Sosial
Musim Tanam Kedua, Petani di Lahan Tadah Hujan Mulai Berpaling Dari Padi
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Petani di Gunungkidul mulai menyelesaikan panen pada musim tanam pertama. Tak mau buang waktu saat kondisi cuaca masih masuk ke musim penghujan, petani Gunungkidul juga mulai melaksanakan musim tanam kedua. Adapun mayoritas petani saat musim pertama menanam padi karena menyesuaikan dengan cuaca khususnya di lahan tadah hujan. Namun pada musim tanam kedua diprediksi jenis komoditi yang akan ditanam lebih variatif sehingga akan mempengaruhi luas lahan penanaman padi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih, menyampaikan luas lahan tanaman padi di Gunungkidul pada musim tanam pertama mencapai 56.624 hektare. Luas tersebut merupakan lahan sawah dan lahan tadah hujan di Gunungkidul. Sejumlah petani pun telah melakukan panen dan tengah bersiap menyambut musim tanam kedua pada tahun 2022 ini. Namun demikian, luas lahan tanam padi di musim tanam kedua diprediksi akan mengalami penurunan. Ia memperkirakan luas lahan tanam padi di masa tanam kedua hanya seluas 7.000 hektare.
“Penurunan ini terjadi karena kondisi geografis di Gunungkidul yang mayoritas merupakan lahan tadah hujan,” ucapnya.
Berbeda dengan musim tanam pertama yang mayoritas menanam padi, pada musim tanam kedua komoditi tanaman akan lebih beragam seperti kacang tanah, kedelai, ataupun jagung. Lebih beragamnya tanaman yang ditanam menurutnya karena menyesuaikan dengan hujan yang biasanya akan lebih rendah dibandingkan pada musim tanam pertama. Menurutnya, hanya lahan pertanian yang dilengkapi dengan saluran pengairan yang akan menanam padi di musim tanam kedua ini.
“Daerah selatan mayoritas ditanami kacang tanah sedangkan di wilayah tengah dan utara tanamannya mulai dari jagung, kedelai, kacang tanah,” imbuhnya.
Dari laporan yang ia terima, hasil panen pada musim tanam pertama di Gunungkidul berjalan cukup sukses. Ia mencontohkan sebanyak 5,3 ton gabah kering giling dihasilkan pada setiap hektare lahan. Ia berharap hasil pada musim tanam kedua nantinya dapat memuaskan seperti pada masa tanam pertama lalu.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
