fbpx
Connect with us

Politik

Nama Pejabat Kementrian Pertanian Menyeruak Dampingi Sunaryanta, Wacana Koalisi Besar NasDem, PKB, Golkar Gugur?

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinamika politik jelang Pilkada Gunungkidul 2020 pada Desember nanti terus menghangat, terutama di kalangan elit. Sejauh ini, meski baru segelintir partai politik yang telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk mengusung kandidat, akan tetapi peta koalisi memang telah terbentuk. Sejumlah parpol bahkan mulai tak malu-malu untuk mendeklarasikan dukungan mereka terhadap pasangan calon maupun calon Bupati.

Adapun peta koalisi sementara yang santer berkembang, koalisi partai politik mengerucut ke empat orang tokoh maupun pasangan calon. Diantaranya adalah PDIP yang dikabarkan akan mengusung pasangan Bambang Wisnu dan Benyamin Sudarmadi. Kemudian PAN, Gerindra, Demokrat, serta PKS yang santer akan mengusung pasangan Sutrisna Wibawa dan Mahmud Ardi Widanta. Kemudian ada pula NasDem yang akan mengusung Wahyu Purwanto serta koalisi Golkar dan PKB yang mengusung Sunaryanta.

Dari empat poros tokoh ini, ada dua calon Bupati yang hingga saat ini masih belum memiliki pasangan. Baik Wahyu Purwanto maupun Sunaryanta masih terus melakukan konsolidasi untuk mencari calon Wakil Bupati yang akan bersama mereka mengarungi helatan perebutan kursi Gunungkidul 1. Wahyu Purwanto tak mempunyai pasangan pasca mundurnya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Bahron Rosyid. Sementara Sri Martanty yang sebelumnya santer akan mendampingi Sunaryanta dalam perkembangannya justru tercoret dari kandidat.

Ketiadaan pasangan dari Wahyu Purwanto dan Sunaryanta ini kemudian sempat memunculkan spekulasi akan dipasangkannya dua tokoh yang cukup populer ini. Koalisi besar antara NasDem, Golkar serta PKB akan menjadi kekuatan besar dan berpotensi memenangi kontestasi ini. Spekulasi berkaitan dengan wacana ini sebenarnya sempat menguat kala dilangsungkannya pertemuan antara Ketua DPD Partai NasDem DIY, Subardi dengan Sunaryanta beberapa hari lalu. Namun belum juga berkembang lebih lanjut, isu ini kemudian memudar seiring masuknya sejumlah tokoh yang mulai mengemuka untuk mendampingi baik Wahyu Purwanto maupun Sunaryanta. Wahyu Purwanto santer dikabarkan bakal menggandeng Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Suharno, sedangkan Sunaryanta diajukan 2 orang kandidat yakni Sri Andari dan Heri Susanto.

Berita Lainnya  Distribusi Ratusan Kotak Suara dan Bilik Suara Rampung, Pilkades Serentak Segera Masuk Tahapan Kampanye

Masuknya nama Heri Susanto pada saat-saat akhir ini memang cukup mengejutkan. Meski sempat mendaftar ke sejumlah parpol, namun nama Heri yang masih merupakan pegawai di lingkup Kementrian Pertanian ini jarang sekali disebut.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Relawan Sunaryanta, Ratno Pintoyo membenarkan perihal masuknya Heri dalam kandidat calon wakil Bupati untuk mendampingi Sunaryanta. Namun demikian, ia enggan menjelaskan lebih lanjut berkaitan dengan peluang Heri untuk maju menjadi calon Wakil Bupati tersebut.

Menurutnya, pihaknya masih terus melakukan konsolidasi politik berkaitan dengan penentuan siapa nantinya yang akan mendampingi Sunaryanta.

“Yang tahu persis memang beliau, kami dari tim hanya sekedar ikut membahas dan memberikan saran saja,” beber Ratno, Jumat (09/07/2020).

Nama Heri memang menyeruak di saat-saat akhir penentuan ini. Ke depan, pihaknya, dalam hal ini Sunaryanta akan menggelar rapat dengan tokoh-tokoh partai pengusung maupun kalangan Kiai untuk membahas secara detail pemilihan calon Wakil Bupati. Diakui Ratno, ada beberapa alternatif nama yang direncanakan dipinang untuk diusung sebagai calon Wakil Bupati. Selain Heri, nama lain yang juga cukup mendapatkan dukungan besar adalah Sri Andari, seorang tokoh perempuan.

“Nanti mungkin saran dari parpol pengusung maupun kiai sepuh ini akan menjadi salah satu pertimbangan utama ke depannya,” imbuh mantan Ketua DPRD Gunungkidul ini.

Pemilihan calon Wakil Bupati sendiri memang menjadi salah satu prioritas dalam pergerakan politik tim relawan Sunaryanta. Disebutkan Ratno, saat ini dengan waktu yang semakin mepet, memang sudah dalam tataran urgent dalam hal penentuan pendamping.

Berita Lainnya  Perbup Zonasi APK Ditetapkan Mepet Jadwal Kampanye, Peserta Wajib Patuh

“Untuk parpol pengusung sangat solid dalam mendukung Pak Sunaryanta. Kita targetkan pada Agustus ini sudah ada kepastian,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo menyatakan bahwa nama Sri Martanty resmi dicoret dari kandidat calon wakil bupati yang akan diusung oleh Partai Golkar dan PKB mendampingi Mayor Sunarnyanta. Partai koalisi sendiri menyiapkan sejumlah nama yang berpeluang tinggi menjadi bakal calon wakil bupati. Mereka adalah Sekretaris DPD Golkar, Heri Nugroho, Ketua PKB Sutiyo dan anggota DPRD dari PKB, Timbul Suryanto serta ASN Kementrian Pertanian Heri Santoso.

Sutiyo menyebut bahwa saat ini tahapan demi tahapan internal partai terus dilalui untuk persiapan Pilkada 2020 ini. Pihaknya sampai saat ini juga masih solid menjalin komunikasi dengan partai koalisi, Golkar.

“Komunikasi dengan Golkar terus kami lakukan. Untuk bakal calon bupati meski belum turun rekomendasi tetap Sunaryanta,” ujar Sutiyo.

Berkaitan dengan pencoretan nama Sri Martanty, disampaikan Sutiyo bahwa hal ini sudah menjadi kesepakatan dengan Partai Golkar. Sebagaimana diketahui, Sri Martanty sendiri merupakan salah seorang tokoh Golkar.

“Untuk Martanty sudah dicoret, tidak jadi diakomodir. Setelah dipertimbangkan kurang menguntungkan dari segi pengkondisian massa,” ujar Sutiyo.

Terpisah, Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan bahwa ada dua nama yang tengah dibahas dengan partai kolaisi yakni dirinya sendiri dan Heri Susanto. Untuk dirinya sendiri tentu menyatakan kesiapannya jika ditugaskan oleh partai.

“Heri Susanto mau mendaftar calon Bupati, terus kita jaring jadi cawabup,” ucap Heri.

Ia menambahkan, untuk deklarasi sendiri masih menunggu rekomendasi yang turun dari DPP. Rencananya, Agustus nanti baru deklarasi akan dilakukan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler