fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Nasib Pilihan Lurah Serentak di Tengah Kondisi Pandemi Yang Semakin Memburuk

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Oktober 2021 mendatang. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menyelenggarakan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2021. Adapun saat ini, sejumlah tahapan mulai dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan pemerintah kalurahan sebagai persiapan Pilur Serentak 2021 tersebut. Namun, di tengah pandemi covid19 yang semakin memburuk, Pilur Serentak 2021 Gunungkidul berpotensi ditunda. Jika ke depan kondisi daerah yang belum stabil lantaran angka tambahan covid19 masih tinggi, maka pemerintah akan melakukan evaluasi dan komunikasi.

Kepala Bidang Pemerintah Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M. Farkhan memaparkan, saat ini sejumlah tahapan Pilur 2021 telah dilakukan oleh pemerintah. Mulai dari pembekalan panitia, kemudian nanti disusul dengan pembahasan dan pembentukan tata tertib serta pemanfaatan anggaran. Menurutnya, tahapan yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan masih tetap bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten Gunungkidul.

“Tahapan yang tidak berpotensi kerumunan tetap kami lanjutkan saat ini,” kata M. Farkhan, Jumat (09/07/2021).

Pada akhir Agustus mendatang menurutnya, akan masuk pada tahapan pendaftaran calon Lurah. Kemudian dari situ akan dilanjutkan lagi dengan tahapan lainnya. Berkaca dengan kondisi daerah yang belum stabil dan masih diterapkan PPKM Darurat, maka segala sesuatunya saat ini harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Pun demikian saat mendekati penyelenggaraan Pilur, pemerintah akan melakukan evaluasi dan koordinasi untuk menentukan penyelenggaraan Pilur serentak.

Disinggung mengenai dengan apakah ada kemungkinan penundaan Pilur jika angka penambahan masih tinggi, Farkhan mengungkapkan jika hal itu masih belum bisa diputuskan untuk sekarang ini. Sebab penyelenggaraan Pilur masih beberapa bulan lagi.

“Kami belum memutuskan penundaan pemungutan suara. Lihat perkembangannya ke depan. Nanti akan dikoordinasikan dengan pimpinan dan Satgas covid19 bagaimana pelaksanaannya,” imbuh Farkhan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho menuturkan, pihaknya melakukan pengawasan berkaitan dengan semua tahapan Pilur. Ia mengungkapkan jika nantinya kondisi belum membaik perlu adanya antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah.

“Kita harus melihat kondisi ke depan bagaimana, ini harus menjadi acuan dan pertimbangan. Semua harus diperhatikan betul. Pilkada saja bisa mundur ada kemungkinan juga Pilur juga mundur. Tapi harapan kita kan kondisi segera membaik dengan kebijakan yang diterapkan. Sehingga semua berjalan dengan sesuai perenvanaan,” jelas Heri Nugroho.

Jika nantinya pelaksanaan Pilur mundur, maka sementara waktu jabatan Lurah nantinya akan ada Plt Lurah agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan.

Sebagaimana diketahui, tahun ini ada 58 kalurahan yang akan menyelenggarakan Pilur. satu kapanewon yang tidak ikut dalam pemilihan ini adalah KApanewon Gedangsari.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler