fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Perhatian Terhadap Sektor Pemuda, Olahraga dan Peternakan Rendah, DPRD Dukung Penuh Pembentukan Dinas Anyar

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama dengan DPRD Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah membahas Raperda tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Gunungkidul.  Yang krusial dalam pembahasan Raperda ini adalah mengenai perubahan kelembagaan, di mana akan ada pembentukan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru serta peleburan sejumlah OPD. Adapun pembahasan ini berada pada tahapan pandangan fraksi atas usulan dan rencana dari Raperda usulan dari eksekutif tersebut.

Jika nantinya disetujui, dengan pemberlakuan revisi Perda ini, maka akan ,muncul dua dinas baru  yaitu Dinas Peternakan yang semula menjadi satu dengan Dinas Pertanian dan Pangan, kemudian juga Dinas Pemuda dan Olahraga sebelumnya menjadi tergabung dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Serta juga akan ada peningkatan status Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul di mana sebelumnya badan ini menginduk dengan Sekretariat Daerah.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Gunungkidul, Ismail Ishom menyatakan mendukung penuh draft Raperda usulan Pemkab Gunungkidul tersebut. Menurut Ishom, berdirinya dua dinas tersebut merupakan hal yang sangat baik dan krusial bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Gunungkidul.

Ia menyebut ada sejumlah alasan yang membuatnya mendukung kebijakan pemerintah ini. Diantaranya adalah  berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Gunungkidul. Saat ini, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga masih terlalu fokus dalam melakukan penanganan permasalahan pendidikan. Sehingga bisa dibilang bahwa sektor pemuda  sertqa olahraga terbengkalai. Ia berharap dengan terbentuknya OPD baru ini nantinya bisa lebih fokus dalam menangani sektor olahraga dan kepemudaan di Kabupaten Gunungkidul.

“Saya prihatin dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Gunungkidul yang masih terhitung rendah. Ini saya rasa lantaran memang sejak beberapa waktu ini, memang perhatian di sektor ini dari pemerintah terkesan tidak fokus. Kita ingin pemerintah bisa memperhatikan pemuda Gunungkidul sekaligus juga olahraganya,” urai Ishom, Jumat (09/07/2021) siang.

“Pemuda sebagai generasi penerus bangsa perlu adanya wadah yang baik untuk memberikan arahan serta perhatian untuk turut membantu membangun dan memajukan daerah,” sambungnya.

Salah satu yang juga menjadi keprihatinannya adalah, selama ini, ia melihat bahwa Gunungkidul merupakan gudang atlet. Namun demikian, lantaran kurangnya perhatian dari pemerintah, selama ini para atlet berprestasi tersebut memilih hijrah ke daerah lain. Hal ini adalah penyebab utama euforia olahraga di Gunungkidul terhitung sangat rendah. Padahal, melalui olahraga, ada banyak hal positif yang bisa dipetik dalam memberdayakan para generasi muda Gunungkidul.

“Bidang olahraga sangat penting diperhatikan, sekarang ini penganggarannya kurang optimal dan banyak yang mengeluhkan tentang perhatian pemerintah terhadap dunia olahraga di Gunungkidul,” imbuh dia.

Selama ini, ia mendapatkan banyak keluhan dari para tokoh pemuda maupun olahraga di Gunungkidul yang merasa dianaktirikan. Sehingga kemudian, ia beserta anggota DPRD Gunungkidul lainnya sangat antusias mendengar adanya usulan pemerintah untuk membuat dinas anyar. Ia sangat berharap dengan adanya dinas anyar ini, kegiatan kepemudaan maupun keolahragaan bisa mendapatkan perhatian lebih.

“Sebelum ini diusulkan, saya sudah pernah menyinggung perihal kurangnya perhatian pemerintah kepada kegiatan para pemuda Gunungkidul, padahal seharusnya ini sangat penting,” lanjut dia.

Berkaitan dengan Dinas Peternakan, Ishom juga menyebut bahwa hal ini juga sangat diperlukan. Sebagai gudang ternak di DIY, ia sempat mempertanyakan penghapusan Dinas Peternakan oleh pemerintahan sebelumnya. Saat ini, fasilitas untuk peningkatan ternak di Gunungkidul masih jauh dari kata memadai. Apalagi di Gunungkidul, ternak sapi maupun kambing sudah menjadi budaya. Hampir semua kalangan petani memiliki ternak yang menjadi tabungan serta kesibukan mereka.

“Untuk menunjang berdirinya 2 dinas ini membutuhkan anggaran tambahan sebesar Rp 857.264.316. Ini tidak akan mengganggu keuangan daerah,” jelasnya.

Penambahan anggaran ini disebut Ishom akan sangat sebanding dengan manfaat yang didapatkan masyarakat. Secara angka, jumlah ini tak terlalu besar, namun secara dampak, bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Saya mendukung penuh usulan pemerintah dalam pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Peternakan ini,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler