Sosial
Nekat Digelar Saat PSTKM, Tim Satgas Covid Semin Hentikan Acara Hajatan Warga
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tentang larangan penyelenggaraan hajatan pada masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM), nyatanya di lapangan masih saja ditemukan masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Sebenarnya edukasi, pendekatan dan sosialisasi telah dilakukan oleh gugus tugas di masing-masing Kapanewon, Kalurahan hingga TNI dan Kepolisian, namun kesadaran sebagian masyarakat masih kurang sehingga masih nekat untuk menghelat hajatan.
Seperti yang terjadi di Kapanewon Semin pada Sabtu (16/01/2021) pagi tadi. Salah seorang warga di Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin nekat menyelenggarakan hajatan pernikahan. Dari pihak mempelai laki-laki sendiri datang hanya 15 orang. Namun setelah dicek oleh gugus tugas yang dipimpin langsung oleh Panewu Semin beserta petugas lainnya, terdapat persiapan yang berpotensi mengundang banyak orang.
“Kelihatannya akan ada tamu undangan yang datang. Dari situ kemudian kami lakukan tindakan meminta acara dihentikan,” ucap Witanto, Panewu Semin saat dikonfirmasi.
Menurutnya edukasi sejak kebijakan itu keluar telah diberikan kepada masyarakat. Berdasarkan data dari Kantor Urusan Agama (KUA) Semin, ada 11 pasangan di Semin yang akan menyelenggarakan ijab qobul dan resepsi. Kemudian setelah diedukasi, 10 diantaranya bersedia untuk menunda acara resepsi mereka demi kesehatan semua pihak dan mematuhi aturan.
“Ini memang sudah konsekuensinya. Karena memang sudah diedukasi tapi tetap menyelenggarakan acara, maka secara humanis kami meminta acara segera dihentikan,” sambungnya.
Lebih lanjut ia memaparkan, bagi pasangan yang akan menyenggarakan ijab qobul tentu diperbolehkan dengan ketentuan yang berlaku. Di mana dalam ruangan hanya ada 10 orang saja yang terdiri dari 2 dari KUA, 2 mempelai, 2 saksi, dan 4 orang tua mempelai.
“Kalau izin resepsi tentu tidak boleh. Kita tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Selain melakukan penghentian acara tersebut tim gugus tugas Covid19 Kapanewon Semin juga melakukan penyekatan kendaraan di sisi utara Gunungkidul. Hasilnya, beberapa kendaraan dari luar DIY yang akan masuk ke Gunungkidul tidak disertai hasil rapid antigen diminta untuk putar balik.
“Ada 10 sepeda motor serta 8 kendaraan angkutan yang kami minta putar balik karena mereka dari luar DIY dan tidak disertai hasil rapid antigen,” ucap Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto.
Rerata dari warga yang diminta putar balik itu merupakan wisatawan yang hendak menuju ke wilayah Pantai Selatan Gunungkidul untuk berwisata. Dengan humanis petugas memberikan pengertian jika saat ini masih dalam masa PSKTM yang harus diindahkan.
Bagi pengendara dengan identitas KTP asal Gunungkidul diperbolehkan melintas akan tetapi setelah sampai tujuan dihimbau agar dapat melaporkan diri kepada pemerintah kalurahan setempat. Kemudian disarankan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari sebagai prosedur pencegahan Covid-19.
“Hingga 25 Januari mendatang, akan kita lakukan pantauan terus,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized5 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
