Sosial
Ini Penerapan Rekayasa Lalu Lintas Selama Masa Liburan Natal dan Tahun Baru
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjelang Natal dan Tahun Baru, berbagai skema pengamanan dan rekasaya lalu lintas diterapkan oleh pemerintah serta jajaran kepolisian. Salah satu prioritas utama adalah untuk memperlancar arus lalu lintas di jalur-jalur ramai. Diperkirakan, pada masa liburan ini, Gunungkidul akan diserbu oleh wisatawan dan juga peningkatan mobilitas masyarakat lokal.
Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Gunungkidul AKP Martinus Griavinto Sakti mengungkapkan, rekayasa lalu lintas ini dimaksudkan untuk mengurai lalu lintas di ruas jalan tertentu yang sekitanya berpotensi menyebabkan kemacetan. Adapun rekayasa lalu lintas yang rencananya dilakukan diantaranya adalah mengatur kendaraan seperti bus pariwisata dari kawasan timur yang melalui Semin diarahkan melalui jalan Baron atau TPR utama.
Kemudian untuk kendaraan yang dari arah barat diarahkan melalui simpang tiga Gading menuju Saptosari kemudian ke JJLS dan TPR JJLS. Sedangkan bus yang hendak keluar wajib melewati jalur Tepus untuk menghindari berpapasan dengan bus atau kendaraan lainnya.
Kemudian untuk kendaraan pribadi jika hendak menuju Jogja disarankan melalui jalur alternatif Panggang-Imogiri atau melalui Nglanggeran-Prambanan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur utama Jogja-Patuk.
“Kalau untuk bus besar tetap lewat jalur Patuk,” paparnya.

Selain itu, untuk kendaraan dari arah Jogja tidak diperkenankan langsung berbelok ke arah Heha Sky View, melainkan harus berputar di Kali Pentung terlebih dahulu. Pun demikian dengan yang hendak mengisi bensin di SPBU Patuk.
“Kami arahkan putar dulu, kalau tidak direkasaya demikian bisa menyebabkan penumpukan dari arah barat dan dari timur,” imbuh AKP Martinus Griavinto.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji, mengungkapkan, pengamanan di sejumlah jalur akan diterapkan. Namun demikian pihaknya mengacu pada kegiatan dari pihak kepolisian.
Di Terminal Dhaksinarga, petugas akan melakukan pengecekan syarat perjalanan yang dimaksud antara lain sertifikat vaksin hingga kondisi kesehatan penumpang. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan cara tes cepat (rapid test).
“Kita fokus pengecekan dan screening pada keberangkatan. Jika tidak memenuhi persyaratan yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk berangkat,” ucap Bayu.
Dari Puskesmas sendiri, tidak menutup kemungkinan juga akan membuka pos pelayanan berkaitan dengan vaksinasi dan tes rapid antigen berbayar.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
