Connect with us

Pemerintahan

Pamong Sarankan Keluarga Korban Meninggal Berikan Sumbangan, Relawan Covid Pengkol Mundur Massal

Diterbitkan

pada

Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Belasan relawan penanganan covid19 di Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar ramai-ramai mengundurkan diri. Para relawan kesal karena di tengah perjuangan berat yang dilakukan masyarakat, selama ini pemerintah kalurahan kurang aktif dan responsif dalam menyikapi kondisi di lapangan. Penggelontoran anggaran dari pemerintah desa tak kunjung ada di tengah lonjakan kasus yang terjadi. Jumat (16/07/2021) kemarin, para relawan mendatangi kantor kalurahan setempat untuk menyampaikan keluhan sekaligus pernyataan pengunduran diri mereka. Kisruh anggaran penanganan Covid19 ini juga memicu pengunduran diri massal oleh para anggota Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) Pengkol.

Koordinator Relawan Kalurahan Pengkol, Andri Susilo mengatakan, selama masa pandemi ini, relawan penanganan seolah bekerja sendiri tanpa adanya koordinasi dan arahan dari Satgas Penanganan Covid di Kalurahan Pengkol. Saat terjun di lapangan, pemerintah kalurahan dianggap tidak aktif dan kurang perhatian terhadap kondisi yang terjadi. Padahal saat ini, ada puluhan orang warga Pengkol yang positif covid19 dan menjalani isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit.

“Perhatian terhadap relawan dan masyarakat ini masih sangat kurang. Koordinasi penanganan dalam sebuah kondisi kan seharusnya ada, tapi selama ini nihil. Kami masyarakat justru bekerja sendiri,” ucap Andri.

Sebagai contohnya, di saat puluhan warga positif corona, bahkan beberapa orang diantaranya meninggal dunia, para relawan inilah yang berjibaku melakukan penanganan. Sedangkan dari pemerintah kalurahan tidak ada perhatian dan bahkan jarang turun ke lapangan.

Berita Lainnya  Proses Lancar, Para Kades Terpilih Akan Dilantik 26 November 2018 Mendatang

Padahal berkaitan dengan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) serta perlengkapan-perlengkapan lainnya para relawan selama ini sangat kurang. Sementara pemerintah kalurahan justru menutup mata dan tidak memberikan perlengkapan dan peralatan yang memadahi. Para relawan Pengkol sendiri selama ini mengandalkan bantuan dari pihak lain untuk mendapatkan APD.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Bamuskal Pamong, Sumarno. Menurutnya, pemerintah kalurahan Pengkol kurang aktif dan responsif dalam melakukan penanganan covid19. Beberapa waktu lalu, ada sekitar 3 orang terkonfirmasi positif yang meninggal dunia. Para relawan ini seolah dibiarkan melakukan penanganan tanpa adanya perhatian dari pemerintah Kalurahan.

“Saya sebagai ketua Bamuskal sudah menyampaikan keluh kesah relawan dan masyarakat dalam penanganan covid di wilayah kami. Tapi memang sampai sekarang tidak ada respon dari Pemkal,” kata Sumarno.

“Dengan kondisi seperti ini saya seolah dibenturkan dengan keadaan dan masyarakat. Sebagai ketua Bamuskal namun tidak bisa menyampaikan aspirasi mereka ke Pemkal. Contohnya saja, APD relawan ini mereka cari bantuan bahkan dari Lurah dari daerah lain pun juga sampai memberikan bantuan. Itu kan memalukan sekali, sementara di Kalurahan kita tidak merespon,” imbuh dia.

Parahnya lagi, ia mengatakan jika sempat ada pamong kalurahan yang menyarankan keluarga jenazah covid19 untuk memberikan dana kepada relawan. Alasannya, dana tersebut akan digunakan untuk pembelian APD dalam pemakaman di kalurahan tersebut dan sebagai bentuk bantuan.

Berita Lainnya  Perayaan Rasul Bakal Makin Meriah, Tiap Desa Dapat Bantuan 10 Juta

Dengan kondisi ini, Sumarno siap mundur dari jabatan ketua Bamuskal. Sebab ia merasa malu dan tidak bisa bekerja menyampaikan aspirasi masyarakat dan relawan. Pengunduran dirinya masih bersifat lisan, namun nantinya akan ia susul dengan surat pengunduran diri secara resmi. Demikian juga dengan 9 anggota Bamuskal lainnya yang juga telah sepakat untuk mengundurkan diri.

Pemerintah Kalurahan sendiri sebenarnya memiliki kekuatan lantaran memiliki alokasi anggaran dana desa sebesar 8 persen yang diperuntukkan sebagai pencegahan dan penanganan covid19. Sumarno sendiri mengetahui anggaran tersebut sebagian digunakan untuk pembelian sembako dan lainnya. Hanya memang untuk perhatian ke relawan masih sangat kurang bahkan tidak ada.

“Harapannya dengan kondisi ini ada perubahan dari Pemerintah Kalurahan Pengkol dalam penanganan covid19,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Pengkol Margiyanto mengatakan, terdapat anggaran 8 persen atau sebesar 86 juta rupiah dari dana desa yang dianggarkan untuk penanganan covid19. Selama ini anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian paket sembako bagi warga yang melakukan isolasi mandiri. Di samping itu untuk membeli peralatan dan perlengkapan protokol kesehatan.

Berita Lainnya  Sekda Gunungkidul : Pencairan BKK Pada Triwulan Pertama Tidak Mungkin Dilakukan

“Kemudian karena Oktober mendatang akan ada Pilur, maka anggaran yang ada ditambah lagi sebesar 3 persen atau sebesar 26 juta,” jelasnya.

Berkaitan dengan APD, ia mengatakan memang tidak ada alokasi untuk pembelian APD bagi relawan. Sebab Kalurahan tidak menduga jika kondisi akan seperti ini. Pemerintah Kalurahan Pengkol sendiri ia sebut telah mengusulkan pada anggaran perubahan namun masih menunggu persetujuan dari Bamuskal.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler