fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pandemi Melanda, Target PAD PBB dan Pariwisata Terjun Bebas

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul tahun 2020 dipastikan meleset dari target. Pandemi corona yang tengah terjadi saat ini menjadi faktor utama. Skema yang diterapkan oleh pemerintah yakni dengan menurunkan target PAD di berbagai sektor, termasuk sektor yang sangat mempengaruhi pendapatan Gunungkidul.

Kepala Bidang Penagihan, Pelayanan, dan Pengendalian Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Supriyatin menuturkan, target pendapatan pajak bumi bangunan (PBB) Gunungkidul pada tahun 2020 ini sebelumnya dipatok mencapai 22 miliar rupiah. Namun seiring dengan kondisi daerah dan ekonomi masyarakat yang kurang stabil, sehingga kemudian mempengaruhi pembayaran PBB. Dari sini kemudian diambil kebijakan untuk menurunkan target tersebut.

Dari 22 miliar rupiah, tahun ini target pendapatan PBB diturunkan menjadi 15,4 miliar rupiah. Beberapa waktu lalu, pemerintah telah menyepakati adanya penurunan tersebut. Berdasarkan pengalaman dari petugas penagih PBB, ada banyak wajib pajak yang ekonominya agak menurun sehingga berpengaruh pada pembayaran pajak.

“Ada beragam alasan yang kami terima dari wajib pajak. Terlebih mereka yang beban PBB nya banyak,” kata Supriyatin, Jumat (12/06/2020).

Sampai dengan mendekati pertengahan bulan Juni ini, pendapatan PBB baru terkumpul sekitar 4 miliar rupiah.

Kebijakan lain yang diterapkan oleh BKAD dalam pembayaran PBB ini yakni pelayanan pembetulan PBB diperpanjang sampai bulan Juli. Kemudian untuk jatuh tempo pembayaran PBB juga diundur, yang semula jatuh tempo pada bulan September kemudian menjadi di bulan November.

“Meski ada kelonggaran ini, tapi petugas tetap jalan. Melakukan pemantauan dan penagihan ke desa-desa yang masih memiliki tunggakan tahun sebelumnya,” tambah dia.

Sektor lain yang juga menurunkan target PAD adalah Dinas Pariwisata. Selama pandemi ini berlangsung, kegiatan kepariwisataan ditutup total. Hal ini berdampak pada pendapatan asli daerah dari bidang pariwisata dan perputaran uang di Gunungkidul. Semula, target PAD Pariwisata mencapai 29 miliar rupiah.

Namun lantaran kondisi seperti ini, seluruh obyek wisata ditutup dan kegiatan yang mampu mengundang wisatawan juga dibatalkan maka pemerintah merubah target pendapatan.

“Awalnya 29,7 miliar rupiah tapi kemudian ada penurunan menjadi 12,1 miliar rupiah,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono.

Menurutnya, keputusan penurunan target PAD ini sangatlah berat dan ada banyak pembahasan dengan memperhatikan segala aspek. Sebenarnya, pemerintah sejak beberapa waktu lalu terus berupaya meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata. Namun demikian, adanya berbagai hal maka mempengaruhi capaian pendapatan asli daerah.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler