Pariwisata
Pariwisata Menggeliat, Warga Kembangkan Goa Gebang Tinalar
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Geliat pariwisata Gunungkidul mulai diterapkan oleh masyarakat untuk menggali potensi di daerah masing-masing yang sekiranya laku di pasaran. Baik potensi wisata ataupun budaya dan olahan makanan. Seperti desa yang berada di ujung barat Gunungkidul. Salah satunya Desa Giriharjo yang tengah bergeliat juga menelusuri potensi yang sekiranya mampu untuk menjadi destinasi wisata pilihan. Sejumlah goa ditemukan di kawasan ini, masyarakat dan pemerintah pun juga mulai tergerak untuk mengembangkan geo wisata di kawasan barat.
Meski sejumlah goa ditemukan di daerah ini, namun bedasarkan survei dan kajian yang dilakukan baru terdapat dua goa yang sekiranya mampu untuk dijadikan obyek wisata pilihan. Saat ini pemerintah desa dan masyarakat tengah berkolaborasi dalam mengembangkan pontensi yang dimiliki. Salah satunya yakni Goa Gebang Tinalar yang berada di Padukuhan Panggang 1, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang.
Dukuh Panggang 1, Ika Rachmani mengatakan, masyarakatnya pun memiliki keinginan yang cukup kuat untuk mengembangkan Goa Gebang Tinalar menjadi salah satu destinasi di kawasan barat. Hal ini lantaran di goa ini memiliki karkateristik yang unik, indah dan berbeda dengan obyek wisata lainnya. Salah satu keindahan yang ditawarkan adalah stalaktit yang dimiliki cukup banyak dan berbeda.
“Ada sedikit perbedaan pula kalau di goa ini, kemarin saat kita survei tidak ditemukan sumber air,” ujar Ika Rachmani, Minggu (16/06/2019).


Sejauh ini yang dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat masih dalam tahap pengembangan awal saja. Yakni dengan membuka akses jalan, bersih-bersih dan sembari berputar pikiran untuk melengkapi fasilitas serta strategi pengembangan lainnya.
“Awalnya kita koordinasikan dengan desa mengenai niatan kami ini. Kemudian dari desa melimpahkan sepenuhnya ke masyarakat untuk menggali potensi yang ada ini,” tambah dia.
Letak goa ini pun tak jauh, dari pemukiman warga hanya sekitar 800 meter saja. Untuk sampai di goa Gebang Tinalar pengunjung harus berjalan kaki, tak perlu risau akan tersesat. Masyarakat sekitar akan dengan senang hati memberitahu lokasi goa yang tersembunyi ini. Mendekati mulut goa dan masuk kedalam tentu jalanan agak sedikit terjal, lantaran banyaknya bebatuan yang ada.
Bedasarkan cerita yang beredar, di goa ini dulunya sering kali digunakan untuk bertapa, namun demikian kebenarannya pun masih digali oleh masyarakat. Penelitian mengenai sejarah dan cerita lainnya saat ini dilakukan oleh pemdes Giriharjo dan masyarakat setempat.
Sekretaris Desa Giriharjo, Muharyanto mengungkapkan meski berada di daerah barat dan di daerah perbatasan dengan kabupaten lain, namun potensi yang dimiliki desa Giriharjo tak kalah dengan daerah lain. Sebenarnya beberapa waktu lalu, terdapat beberapa titik wisata yang telah dikembangkan namun lantaran berbagai hal kemudian jalannya pun tak konsisten. Desa dan masyarakat pun terus berputar pikiran untuk semakin memajukan wilayah dengan bidang pariwisata.
Hingga akhirnya tercetus keinginan pengoptimalan potensi goa yang dimiliki. Penyisiran dan cek kondisi kemudian dilakukan oleh masyarakat dan sejumlah perangkat desa, dua goa yang ada diyakini memiliki potensi pariwisata yang cukup kuat dan tak kalah menarik dengan obyek wisata goa lainnya di Gunungkidul.
“Ada Goa Gebang Tinalar dan Goa Kaligede yang kami anggap bisa untuk mengembangkan pariwisata di desa kami,” kata Muharyanto.
Kajian sementara yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah desa, jika di dua goa ini juga memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Namun demikian, dari pemdes sendiri masih melakukan penelitian dan pengumpulan sejumlah informasi dari masyarakat mengenai kebenarannya.
“Ada cerita sejarahnya ini sedang kami gali srmbari mencari narasumber. Konon jaman dulu kalau masyarakat menikah harus dibawa ke Goa Kaligede karena ada patung seperti wayang golek. Ini yang terus ditelusur,” imbuh dia.
Dengan adanya semangat dalam menggali potensi wisata diharapkan masyarakatnya mampu berkontribusi dalam mengembangkan pariwisata daerah. Selain itu juga berkaitan dengan paling tidak berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat, perilaku dan pola pikir agar lebih maju kembali. Dari pemdes sendiri juga berusaha untuk memupuk semangat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada.
“Kita sedang berusaha meningkatkan kualitas SDMnya. Biar semua lebih baik dan maju kembali,” tutupnya.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
