fbpx
Connect with us

Sosial

Pasar Argo Midang, Taman Kuliner Paling Gres Yang Padukan Kenyamanan dan Rasa

Diterbitkan

pada tanggal

Karangmojo, (pidjar.com)–Pasar kuliner saat ini memang memiliki potensi yang sangat besar. Bersama dengan industri pariwisata, kuliner adalah sektor yang saat ini paling menggeliat. Berbagai macam konsep terus ditawarkan oleh para pengusaha maupun pelaku kuliner guna menarik minat pasar.

Saat ini di Gunungkidul, konsep taman kuliner tengah digandrungi masyarakat. Bermula dari berhasilnya Taman Kuliner Wonosari, konsep ini kemudian terus menyebar ke berbagai titik. Dengan tempat yang nyaman dengan banyak pilihan menu, tentu menjadi keunggulan tersendiri dalam pengembangan konsep semacam ini.

Yang paling gres adalah dibukanya Pasar Argo Midang. Berlokasi di Padukuhan Grogol III, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, pasar ini digadang-gadang akan menjadi alternatif tempat nongkrong yang strategis baik bagi masyarakat pecinta kuliner maupun wisatawan. Lokasi Pasar Argo Midang sendiri memang berada tak jauh dari obyek wisata Goa Pindul.

Di pasar yang baru akan dibuka pada Sabtu (26/10/2019) ini, kurang lebih 15 stan dari olahan makanan tradisional hingga modern berjajar di sisi kanan kiri. Pasar Argo Midang sendiri berlokasi di area bekas Pasar Wage. Di seputar area pasar, pengelola sengaja memberikan tambahan hiasan sehingga nantinya pengunjung bisa semakin nyaman saat menyantap makanannya. Seperti misalnya di area depan pasar, juga terdapat hiasan berasal dari bambu yang cocok untuk berswafoto. Rencananya pasar ini akan beroperasi setiap hari Sabtu dan Minggu sore.

Berita Lainnya  Di Tengah Keterbatasan Pendapatan, Guru-guru Swasta Ini Rela Patungan Untuk Kegiatan Sosial

“Pasar Wage ini, setiap hari hanya tiga sampai empat orang yang jualan itupun jualan sayur dan selalu ramai, kami menangkap peluang itu dan menggagas untuk pembentukan Pasar Kuliner,” ujar pengelola pasar, Sularno kepada pidjar.com di sela-sela peresmian.

Ia bersama sebagian masyarakat kemudian berinisiatif menghidupkan pasar yang terletak di jalan menuju obyek wisata Goa Pindul tersebut dengan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul.

“Modal kami cuma semangat, swadaya urunan, dari Dinas mau melihat perkembangan Pasar Argo Midang ini kemudian akan membantu,” imbuh pria yang akrab dipanggil Larno ini.

Selain dari masyarakat, ide pembentukan pasar juga disambut antusias oleh belasan pedagang makanan. Para pedagang menurut Larno langsung mendaftarkan diri untuk ikut berperan serta dalam mengembangkan pasar ini. Pada tahap awal, para pedagang tidak dipungut biaya alias gratis dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Nantinya para pedagang bersama pengelola akan berembug iuran bersama untuk penambahan sarana dan prasarana.

Berita Lainnya  Pupuk Kerukunan, TNI Ajak Warga Banaran Bersih-bersih Semua Jenis Tempat Ibadah

“Para pedagang yang mendaftar ini kami seleksi untuk mengatur jangan sampai ada menu dobel. Sebisa mungkin kalau bisa makanan tradisional ditonjolkan,” kata dia.

Sementara, Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Gunungkidul, Ari Setyawan menambahkan, dinas akan memantau perkembangan animo masyarakat terhadap Pasar Argo Midang. Kemudian, pihaknya akan melakukan pengembangan kaitannya dengan sarana pra sarana yang ada.

“Kami tunggu animo masyarakat, kemudian mengajak berembuk pedagang dan warga sekitar kaitannya dengan sarana, ini kan masih apa adanya,” pungkasnya.

Pihaknya sendiri saat ini tengah memprioritaskan pengembangan pasar berbasis kuliner. Seperti di Selasar Pasar Argosari, Taman Parkir Wonosari dan Pasar Argo Midang. Pasar-pasar tersebut nantinya akan dibuat seperti Taman Kuliner Wonosari.
.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler