fbpx
Connect with us

Sosial

Pasar Argowijil, Bekas Tambang Batu Kapur Yang Disulap Jadi Pusat Jajanan Makanan Tradisional

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Ingin berburu kuliner khas tempo dulu? Pasar Ekologis Argowijil, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari adalah tempatnya. Pasar wisata kuliner yang ramai di setiap hari Minggu pagi ini menyuguhkan ragam makanan khas pasar tradisional seperti nasi jagung, botok manding, gatot, tiwul, gethuk, gudeg dan sejumlah makanan tradisional lainnya.

Pasar yang dibangun di atas tanah bekas pertambangan batu kapur ini, tergolong mudah aksesnya. Dari Kota Wonosari ke arah Kecamatan Nglipar, saat tiba di perempatan Padukuhan Karangtengah belok ke arah Kalurahan Gading. Di sanalah nanti sudah ada papan petunjuk untuk menuju Pasar Argowijil ini.

Sedikit mengulas balik, tempat dibangunnya Pasar Ekologis Argowijil dahulunya merupakan sebuah pegunungan atau bukit tinggi, masyarakat sekitar menyebutnya Gunung Wijil. Dahulu, Gunung Wijil sempat ditambang oleh masyarakat sekitar untuk bahan material bangunan mereka.

Berita Lainnya  Sensus Penduduk Online Diperpanjang

Seiring berjalannya waktu, penambangan kemudian menjadi aktivitas masyarakat sebagai mata pencaharian. Sehingga batuan kapur tersebut lambat laun semakin menipis dan habis dan menjadi dataran yang landai.

Gunung Wijil sendiri kemudian mendapatkan rekomendasi program pemulihan lahan kritis, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul. Rekomendasi tersebut diajukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk dilakukannya program reklamasi atau pemulihan lahan kritis.

Reklamasi yang dilakukan berupa pengurukan dengan tanah berupa lubang cekungan bekas aktivitas penambangan yang ada di tempat tersebut agar menjadi rata. Selanjutnya dalam pemanfaatannya, dibangunlah pasar ekologis yang dinamai Pasar Argowijil tersebut.

Salah seorang pengunjung pasar argowijil, Veronika Ike (20) mengatakan bahwa suasana hari Minggu sangat ramai di mana pengunjung banyak berdatangan untuk berburu kuliner di Pasar tersebut. Banyak diantara pengunjung yang datang usai berolahraga. Tak hanya kalangan tua, namun banyak juga remaja-remaja seusianya yang penasaran ingin mencoba makanan-makanan tradisional khas Gunungkidul.

Berita Lainnya  Semburan Air Misterius di Semin Dapat Perhatian, Pemkab Akan Terjunkan Tim Peneliti Khusus

“Sering ke sini, tapi paling ramai ya Minggu pagi biasanya,” kata Veronika Ike, Minggu (23/01/2022).

Dirinya menuturkan bahwa ia sering berkunjung ke tempat ini. Tidak mesti pagi, sore pun hanya sekedar nongkrong bersama teman menikmati kuliner dan angkringan yang tersedia di Pasar tersebut.

“Tempatnya asik,beda dari yang lain, jauh dari suara bising kendaraan juga,” ucapnya.

Menurutnya tak hanya makanan enak dan tempat yang enak, di Pasar Argowijil ini juga memberikan harga yang murah untuk setiap ragam makanan dan minuman yang dijual. Dan untuk parkir kendaraan juga dipastikan aman cukup membayar Rp 1.000 untuk roda dua dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat. Sehingga berkunjung ke sini tak akan terlalu menguras kantong.

Berita Lainnya  Khawatir Terjadi Tsunami, Puluhan Warga Padati TPR Baron

“Di sini juga makanan dan minumannya harganya sangat terjangkau,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler