fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Program Minyak Goreng Murah, Swalayan Jejaring dan Supermarket Diserbu Masyarakat

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Sejak beberapa bulan lalu, harga minyak goreng di pasaran terus merangkak naik. Hingga saat ini, harga minyak goreng sendiri masih dalam kategori cukup tinggi, di atas harga normal. Di warung-warung, harga ecer bisa menyentuh Rp 20.000 per liter minyak goreng.

Menyikapi kondisi yang semakin tidak stabil ini Kementerian Perdagangan kemudian meluncurkan program minyak goreng murah dengan harga Rp 14.000 per liternya. Namun demikian, program ini hanya berlaku pada anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Asprindo). Sejak beberapa hari ini, masyarakat Gunungkidul langsung memburu toko ritel yang ada di 18 kapanewon untuk membeli minyak goreng dengan harga murah ini.

Kepala Seksi Distribusi Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan, program dari Kementerian ini akan berlangsung sampai harga minyak goreng kembali stabil. Diperkirakan, dengan program ini, harga minyak goreng akan kembali stabil hingga 6 bulan ke depan. Adapun sesuai dengan instruksi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait dengan satu harga yang diberlakukan mulai 18 Januari 2022 lalu, seluruh anggota Asprindo wajib mematok harga minyak Rp 14.000 per liternya.

Berita Lainnya  Pasar Masih Sepi Pembeli, Pedagang Keluhkan Pendapatan yang Menurun

Di Gunungkidul sendiri, yang wajib menerapkan harga murah itu adalah di toko jejaring yaitu Alfamart dan Indomart yang tersebar di seluruh daerah. Belum lama ini kemudian ditambah dengan supermarket Pamela 9 yang juga menerapkan harga murah. Pantauan yang dilakukan oleh dinas, beberapa saat pasca kebijakan itu diterapkan, saat dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata bahan pokok yang satu ini langsung diserbu oleh pembeli. Terdapat pembatasan pembelian pula yang diterapkan oleh pemerintah.

“Satu orang hanya diperkenankan membeli 2 liter minyak goreng,” jelas Sigit Haryanto, Sabtu (23/01/2022).

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying akan minyak goreng dengan harga murah tersebut. Menurutnya, stok minyak goreng saat ini melimpah sehingga masyarakat tidak perlu memborong dengan mencari ke toko-toko lain. Panic buying ini dapat berdampak pada warga lain yang tidak kebagian akan bahan pokok tersebut.

“Kepada masyarakat dimohon untuk tenang karena stok minyak goreng melimpah dan kami Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY dan Kemendag akan terus melakukan operasi pasar terutama yang langsung ke masyarakat untuk menstabilkan harga minyak goreng,” tegas Sigit.

Di pasar dan pedangang kecil, kebijakan ini juga diminta untuk segera diterapkan, paling tidak 1 minggu setelah instruksi keluar. Nmaum sampai sekarang, harga minyak goreng di pasaran tergolong masih tinggi. Pengecekan petugas Dinas Perdagangan, minyak goreng masih menyentuh harga Rp 19.500 per liternya.

Berita Lainnya  Masuk Musim Penghujan, Polres Gunungkidul Siagakan Tim Khusus Terlatih Antisipasi Bencana

Sementara jika di warung-warung harganya juga masih sangat tinggi ada yang Rp 20.000 sampai Rp 21.000 per liternya. Hal ini tentu membuat banyak konsumen terpaksa harus mensiasati agar penggunaan minyak goreng lebih hemat dan pengeluarannya.

Salah seorang pembeli minyak goreng, Yossi mengatakan harga yang melambung tinggi ini sangatlah memberatkan masyarakat. Sebab bukan hanya naik melainkan sudah ganti harga. Untuk itu dirinya sekarang lebih memilih tidak memasak yang sekiranya membutuhkan minyak banyak.

“Ya gimana harganya mahal belum lagi bahan pokok lainnya yang juga naik sedikit demi sedikit,” ujar Yossi.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler