Sosial
Pasien Positif Klaster Karangmojo Sempat Berinteraksi Dengan Puluhan Warga, Dinkes Rencana Rapid Tes Massal
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Klaster baru covid-19 di Kecamatan Karangmojo nampaknya akan membuat tenaga medis bekerja ekstra. Pasalnya, diketahui mobilitas dari dua orang pedagang keliling tersebut cukup tinggi. Salah seorang pasien positif bahkan masih sempat aktif beraktifitas dalam kelompok masyarakat setempat. Dinas Kesehatan Gunungkidul sendiri berencana akan melakukan tes rapid massal kepada warga yang diketahui sempat berinteraksi dengan kedua pasien positif ini.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, saat ini pihaknya melalui Puskesmas Karangmojo tengah melakukan penelusuran kontak yang berkaitan dengan dua orang pasien positif asal Kecamatan Karangmojo. Sebab, dua orang tersebut diketahui mempunyai mobilitas tinggi.
“Kabar sementara (dari puskesmas), sasarannya (rapid tes) akan cukup banyak,” kata Dewi, Senin (01/06/2020).
Namun begitu, dirinya mengaku bahwa sampai saat ini belum menerima laporan berupa data terkait dengan jumlah orang yang melakukan kontak dengan pasien positif. Pihaknya menduga, penyebaran virus tersebut berasal dari luar wilayah Gunungkidul karena pedagang tersebut sering ke luar kota.
“Mereka dari Semarang, mereka penjual danpegerakannta, mobile, jadi kontak pelanggan dan pembeli cukup banyak,” ucap Dewi.

Kasus yang melibatkan orang dengan mobilitas tinggi seperti ini akan membuat penelusuran melibatkan banyak orang. Seperti kasus di wilayah Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang beberapa waktu lalu.
“Kalau di Giriharjo, total ada 97 yang rapid tes, kemudian ada 6 orang yang reaktif,” kata Wakil ketua Satgas Penanganan Covid-19 Desa Giriharjo sekaligus ketua BPD Desa Giriharjo, Irwan Tri Wibowo.
Ia mengatakan, dari 6 orang reaktif tersebut 4 orang masih menjalani isolasi di Wisma Wanagama, Kecamatan Playen. Mereka masih menunggu hasil swab yang saat ini masih dalam antrean.
Dirinya menambahkan, banyaknya rapid tes tersebut dikarenakan mobilitas dari pasien positif saat itu cukup tinggi. Sehingga dirinya melakukan kontak dengan banyak orang termasuk dengan anak-anak.
“Untuk yang positif itu sudah sembuh, sudah di rumah tapi masih isolasi mandiri,” kata dia.
Cegah Penularan, Warga Padukuhan Grogol Tutup Akses Jalan
Dua pasien positif covid19 yang baru berasal dari Kecamatan Karangmojo berasal dari Padukuhan Grogol, Kecamatan Karangmojo. Kedua pasien positif berjenis kelamin laki-laki ini berusia 29 dan 41 tahun yang diketahui sebagai pedagang ikan keliling yang mengambil dagangan dari Semarang, Jawa Tengah.
Ketua Relawan Covid19 Padukuhan Grogol III, Ekha Agus Susilo menuturkan, keduanya warga tesebut berawal dari Pasar Kobong SemRang dimana yang mana merupakan salah satu lokasi kluster pemyebaran virus covid19. Salah satu warga yang positif tersebut berasal dari Padukuhan Grogol III yaitu pria berusia 29 tahun. Sementara satu lagi berasal dari padukuhan lain di wilayah Bejiharjo.
“Satu warga kami yang positif ini memang masih aktif dalam kegiatan karang taruna,” jelas dia.
Menurut Ekha, pria berumur 29 tahun tersebut mengaku sudah berusaha melakukan proteksi terhadap diri mereka sendiri ketika bepergian. Mereka selalu menggunakan masker bahkan hingga dua lapis serta selalu membawa hand sanitizer.
“Untuk warga kami yang dinyatakan positif dalam kondisi sehat, tidak merasakan gejala sakit sama sekali. Bahkan tadi pas teman-teman video call dia di rumah sakit, dia itu malah senyum-senyum. Kita support terus,” kata dia.
Setelah mendapatkan kabar warganya terpapar corona, pihak pemerintah padukuhan setempat langsung mengambil langkah tegas. Mereka berupaya melakukan pencegahan penularan Covid 19 tersebut. Warga kemudian berinisiatif untuk menutup sejumlah akses jalan di kampung tersebut.
Jika sebelumnya sudah ada penutupan akses masuk ke jalan kampung karena tujuannya agar tidak banyak warga luar yang masuk, sehingga warga Grogol III terlindungi. Namun penutupan kali ini lebih mencegah agar warga luar kampung tidak terpapar virus tersebut dari warga Grogol III.
“Kami berupaya meminimalisir pergerakan warga baik keluar ataupun masuk ke perkampungan,” tambahnya.
Terlebih dari kontak tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan menyebut bahwa sedikitnya ada 50 warga yang pernah bersinggungan langsung dengan kedua pasien positif corona itu, bahkan diantaranya ada yang anak-anak. Dengan fakta tersebut maka pemerintah desa setempat memutuskan untuk melakukan penutupan akses jalan di padukuhan Grogol 3 ini.
Warga yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif korona tersebut diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Untuk kebutuhan warga yang melakukan isolasi mandiri tersebut, pihaknya akan berusaha mencukupinya.
“Kita bantu permakanan dan kebutuhan lain seperti Sembako, APD, hand sanitizer ataupun juga mengurus ternak yang dimiliki warga yang diisolasi atau karantina tersebut,” tandas dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
