fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pembebasan Lahan Dirampungkan, Pembangunan Pelabuhan Gesing Bisa Segera Dilaksanakan

Published

on

Panggang,(pidjar.com)–Keinginan masyarakat Gunungkidul untuk segera memiliki pelabuhan ikan besar di Pantai Gesing nampaknya akan segera terwujud. Pada Agustus 2021 lalu, pemerintah proses pembebasan lahan yang rencananya akan dibangun pelabuhan telah dilaksanakan. Diharapkan, pada tahun 2022 mendatang, tahap awal pembangunan proyek besar bisa segera dilaksanakan. Adanya pelabuhan ikan besar di kawasan pesisir barat ini diharapkan akan semakin membuat industri perikanan Gunungkidul terus berkembang.

Lurah Girikarto, Tuyadi mengatakan, untuk lahan pembangunan pelabuhan pendaratan ikan di Gesing membutuhkan lahan seluas 4,8 hektare. Lahan yang terdiri dari 42 bidang tanah ini telah dibebaskan pemerintah sebanyak 33 bidang lahan. Untuk rata-rata ganti untung yang didapatkan pemilik lahan sendiri rata-rata senilai Rp 500.000 per meternya.

“Masih ada 9 bidang lahan yang belum dibebaskan karena masih berproses untuk administrasinya. Mudah-mudahan segera menyusul dibereskan,” kata Tuyadi, Senin (27/09/2021).

Total anggaran pembebasan lahan yang digunakan sendiri mencapai Rp25 miliar. Proses pembebasan menggunakan dana keistimewaan milik Pemerintah DIY. Dari warganya yang mendapatkan ganti rugi dalam pembebasan tersebut, paling sedikit mendapatkan 80 juta, sedangkan tertinggi mencapai Rp2,3 miliar.

Menurut Tuyadi, pemerintah kalurahan dan masyarakat setempat mendukung penuh rencana Pemerintah DIY membangun pelabuhan di Pantai Gesing. Dengan demikian diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat baik nelayan maupun masyarakat lokal lainnya. Sehingga kesejahteraan masyarakat juga mengalami peningkatan seiring dengan majunya daerah.

“Semoga bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan wilayah,” lanjutnya.

Sementara itu, Panewu Panggang, Winarno menambahkan, tahap awal pembebasan lahan untuk pembangunan pelabuhan di Gesing sudah selesai dilakukan pada Agustus lalu. Masyarakat yang lahannya terdampak sudah menerima ganti rugi sesuai dengan nominal dan penaksiran harga oleh tim. Selama proses pembebasan sendiri, tak sampai menimbulkan konflik dan masyarakat bisa menerima uang pengganti yang diberikan.

Dengan rampungnya proses pembebasan lahan, menurut Winarno, nantinya akan dilanjutkan dengan proses pembangunan. Diperkirakan, pada tahun 2022 mendatang, proses pembangunan akan dimulai.

“Pembebasannya sudah, nanti tahun 2022 direncanakan akan mulai pembangunan,” ucap Winarno.

Pemda DIY memilih pantai tersebut sebagai pelabuhan karena dianggap cocok. Pasalnya pantai Gesing memiliki pemecah ombak alami. Di sisi lain, lokasi pantai ini juga sangat strategis berada di sisi selatan dan barat yang merupakan kawasan perbatasan.

Sehingga nantinya pemasaran komoditas perikanan dapat meluas ke daerah lain. Pelabuhan yang dimaksud bukan sekedar pelabuhan darat saja, melainkan juga menunjang berbagai sektor lainnya yang memudahkan nelayan dan pengunjung.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler