Connect with us

Pemerintahan

Pembebasan Lahan Rampung, Proyek Prestisius Kelok 18 Akan Segera Dibangun

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kelok 18 yang menghubung Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul saat ini hanya tinggal menunggu waktu lantaran tinggal menunggu proses pembangunan fisik. Sebab, proses pembebasan lahan di sekitar kawasan sepanjang 4,7 kilometer telah berhasil dirampungkan. Diharapkan dengan pembangunan tersebut perkembangan pariwisata, khususnya di kawasan selatan akan semakin pesat dan pada akhirnya menguntungkan masyarakat.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Slamet Supriyadi mengatakan, saat ini untuk proyek pembangunan Kelok 18 Gunungkidul telah memasuki tahapan pengadaan jasa kontruksi. Hal itu sekaligus menjelaskan bahwa pembangunan fisik akan segera dilakukan.

“Pembebasan lahan sudah diselesaikan, saat ini tinggal menunggu proses pembangunan fisik,” ucap Slamet, Jumat (01/03/2019).

Ia mengatakan, jalan yang akan melewati wilayah Bantul yakni, Parangtritis dan terhubung sampai dengan Desa Girijati, Kecamatan Purwosari ini akan menjadi kelok dengan jalur nomor 2 terpanjang di Indonesia. Dipilihnya Kelok 18 sendiri bukan tanpa alasan. Menurutnya Kelok 18 dibangun untuk menjaga wilayah karst yang ada di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Dorong Persiapan Lahan Jelang Musim Tanam, Dinas Sebut 62,5 Persen Lahan di Gunungkidul Telah Diolah

“Pertimbangannya dulu itu dibangun kelok 18 untuk menghindari pemotongan karst di kawasan Parangtritis. Jadi selain nilai estetika juga ada pertimbangan yang berkaitan dengan lingkungan,” kata dia.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini juga tengah gentol melakukan pembangunan infrastruktur jalan. Selain Kelok 18, jalur anyar juga akan dibangun untuk menunjang terwujudnya visi misi Bupati Gunungkidul untuk menjadikan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera di tahun 2021.

“Untuk jalan tembus antar kabupaten ada jalan Gading-Ngalang, Tawang-Ngalang dan yang ada di wilayah selatan menuju obyek wisata ada jalan Kepek-Ngobaran,” ucap dia.

Sementara itu, Sekda Gunungkidul, Drajat Ruswandono menambahkan, untuk pembangunan kelok 18 sendiri bertujuan untuk menarik wisatawan yang nantinya akan hilir mudik di bandara baru NYIA. Dengan akses yang lebih mudah, diharapkan nantinya bisa meningkatkan minat wisatawan dayang ke Gunungkidul. Selain obyek wisata alam yang memang indah, daya tarik keindahan Kelok 18 juga menjadi sensasi lain bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

Berita Lainnya  Ketersediaan Lapangan Kerja di Gunungkidul Sangat Rendah, Ketua DPRD Akan Panggil Sekda

“Kelok 18 sendiri nantinya menjual nilai keindahan karena menjadi kelok terpanjang. Kita yakin dampaknya akan sangat besar bagi Gunungkidul,” ucap Drajat.

Kemudian dibangunnya jalan di kawasan utara sendiri menurut Drajat dilakukan untuk mempermudah akses masuk wisatawan yang selama ini bermacetan di jalur Jogja-Wonosari. Nantinya, wisatawan yang berkunjung di wilayah Jawa Tengah seperti Prambanan dan Borobudur dapat masuk melalui jalur tersebut.

“Jalannya sudah mulus, lebih dekat dan saat ini lebih sepi. Jadi nanti wisatawan juga tidak akan malas untuk datang berkunjung,” imbuh dia.

Ia berharap dengan adanya pembangunan tersebut dapat mendongkrak perkembangan pariwisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Gunungkidul.

“Banyak manfaatnya, selain akses jalan juga kita harapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri. Kita harapkan akan berpengaruh baik terhadap pengembangan sektor wisata di kawasan pesisir Gunungkidul,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Bupati Gunungkidul Kembali Pecat 2 ASN Yang Terlibat Skandal Asusila

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler