Pemerintahan
Pemetaan Distribusi Bantuan Dropping Air, Baru 1 Kapanewon Ajukan Data
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Memasuki musim kemarau, sejumlah persiapan mulai dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi krisis air yang biasa terjadi saat musim kemarau. Biasanya, masyarakat di kawasan selatan sering kali terdampak. Mereka sulit untuk mendapatkan air mengingat minimnya sumber air yang ada. Sehingga kemudian, mereka banyak bergantung dengan air hujan sebagai sumber utama mereka memenuhi kebutuhan airnya. Hingga saat ini, baru ada satu Kapanewon yang telah mengajukan data perihal potensi kekeringan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.
Panewu Anom, Kapanewon Girisubo, Arif Yahya mengungkapkan, Girisubo merupakan daerah kering yang setiap tahunnya terdampak kekeringan. Untuk itu, masyarakat selalu membutuhkan bantuan dropping air baik dari pemerintah maupun pihak swasta. Hal tersebut menjadi salah satu gantungan utama bagi masyarakat setempat yang memang tak lagi memiliki sumber air manakala musim kemarau tiba.
Meski saat ini telah memasuki musim kemarau, namun ketersediaan air di Kecamatan Girisubo masih tergolong aman. Pasalnya hujan masih sesekali turun, sehingga warga masih bisa mengoptimalkan tampungan air yang dimiliki.
“Mereka (warga) masih memanfaatkan air di bak tampungan. Jadi kalau hujan diisi, sehingga ada stok air yang bia digunakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” kata Arif Yahya.
Kendati demikian, stok di bak penampungan tersebut tidaklah bisa bertahan lama. Biasanya saat tak ada hujan, stok air yang memang terbatas itu habis. Situasi semakin sulit karena pada waktu yang bersamaan pula, sumber air yang ada pun juga mengalami kekeringan sehingga masyarakat mengalami kesulitan air bersih.

Pada musim kemarau yang menyebabkan kesulitan air, masyarakat tentu tak bisa leluasa dalam menanfaatkan air. Jika ada bantuan, mereka harus benar-benar menghemat dalam pemanfaagannya
Saat ini, dari Kapanewon mulai melakukan pemetaan kalurahan sampai di tingkat padukuhan yang berpotensi mengalami kerawanan kekeringan. Data ini nantinya akan diajukan ke pemerintah daerah untuk tindak lanjut dalam hal ini distribusi bantuan.
“Langkah antisipasi baik mandiri maupun dengan pemerintah Kapanewon dan Kalurahan tentu dilakukan. Penyaluran air bersih jika memang sudah dibutuhkan akan segera ditindak lanjuti,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki memaparkan, koordinasi pemetaan daerah rawan kekeringan telah dilakukan. Pihaknya meminta panewu berkoordinasi dengan Kalurahan untuk mengetahui titik mana saja yang rawan kekeringan.
“Sudah ada pembahasan. Sampai beberapa hari lalu baru Kapanewon Saptosari yang menyerahkan data ke BPBD,”jelas Edy Basuki.
Tahun 2020 ini, pemerintah menyediakan anggaran sebeaar 700 juta untuk penanganan kekeringan. Anggaran tersebut melekat di BPBD sehingga desa yang mengajukan droping air ke BPBD akan ditangani menggunakan anggaran tersebut.
Di tingkat Kapanewon pun juga dapat melakukan droping air, mengingat juga ada anggaran yang telah disediakan. Tahun ini, penyaluran dari Kapanewon agak berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di mana, nantinya ada proses menggandeng pihak ketiga dalam pemenuhan kebutuhan air bersih itu.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
