fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pendataan Ribuan Bidang Hampir Rampung, Pemerintah Buka Peluang Masyarakat Yang Ingin Manfaatkan Lahan SG

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Gunungkidul terus melakukan pendataan sebaran Sultan Ground di Bumi Handayani. Ditargetkan, pada tahun 2021 ini, program ini bisa segera dirampungkan. Proses pendataan sendiri memang cukup memakan waktu lantaran banyak lahan SG di Gunungkidul. Tercatat, lebih dari 4000 bidang tanah SG yang tersebar di seluruh Gunungkidul.

Kepala Seksi Penatausahaan Pertanahan Dispertaru Gunungkidul, Yulianto Anang, mengungkapkan, proses pendataan sendiri berlangsung sejak 2015 silam. Hingga 6 tahun berjalan, pihaknya telah menyelesaikan hingga 75%. Pihaknya menargetkan, kekurangan 25% pendataan ini, bisa diselesaikan secepatnya.

“Diusahakan tahun 2021 ini dapat selesai,” terang Yulianto, Kamis (17/06/2021) siang.

Anang melanjutkan, bidang tanah Sultan Ground yang berada di Gunungkidul ada 4.046 bidang. Saat ini pihaknya telah merampungkan pendataan pada 2.939 bidang. Dari jumlah ini sebanyak 2.512 bidang diantaranya sudah diterbitkan sertifikat. Sementara sisanya, 427 bidang tanah SG masih dalam proses pembuatan sertifikat. Adapun dalam prosesnya, pada tahun 2017 Dispertaru mendata sebanyak 250 bidang, kemudian pada tahun 2018 sebanyak 750 bidang, tahun 2019 sebanyak 785 bidang, dan tahun 2020 lalu sebanyak 500 bidang.

“Tahun 2021 ini kami targetkan 1000 bidang selesai. Saat ini 500 bidang sudah dalam proses pengesahan di Kraton dan 500 bidang lainnya masih dalam tahap pemberkasan di kalurahan-kalurahan,” imbuhnya.

Guna mempercepat pendataan tersebut, Dispertaru turut menjalin kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional serta Pemerintah-pemerintah Kalurahan di Gunungkidul. Peran pemerintah kalurahan sendiri sangat penting dalam proses pendataan lantaran merekalah pihak yang paling paham tentang sebaran Sultan Ground di wilayahnya.

Berita Lainnya  Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka Kian Matang, Tenaga Pendidik Dapat Suntik Vaksin

Selama melakukan pendataan Sultan Ground, Dispertaru banyak mengalami kendala. Misalnya dalam kuantitas bidang tanah yang cukup banyak, lokasi bidang tanah yang sulit di jangkauan sehingga menyulitkan pengukuran. Selain itu juga banyak bidang-bidang tanah yang diidentifikasi sebagai Sultan Ground namun belum dapat dibuktikan kepemilikannya secara sah.

“Untuk tahun ini, yang terbanyak di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu dengan 117 bidang yang saat ini dalam proses pengesahan di Kraton,” beber dia.

Tanah-tanah SG di Gunungkidul sendiri banyak dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi telaga, lahan pertanian, bahkan kawasan wisata. Nantinya jika pendataan dan penerbitan sertifikat sudah selesai, pihaknya membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan tanah Sultan Ground. Untuk bisa memanfaatkan lahan SG, masyarakat memerlukan ijin berupa surat kekancingan yang dikeluarkan Kraton. Hal tersebut tak terkecuali untuk tempat wisata yg berada di Sultan Ground.

“Pendataan Sultan Ground ini nantinya tidak akan mengubah pemanfaatan lahan, justru akan semakin menguatkan status tanah yang dimanfaatkan. Pendataan ini dilakukan untuk menjaga aset Kraton Yogyakarta yang berada di Gunungkidul,” tutupnya. (Roni)

Berita Lainnya  Klaster Rasulan di Tanjungsari, Lurah Hingga Dukuh Tertular Corona

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler