fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Lapangan Kerja Minim di Tengah Pandemi, BLK Buka Pelatihan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Gunungkidul resmi membuka pelatihan berbasis kompetensi. Sedikitnya ada 144 orang mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kerja tersebut. Diharapkan peserta nantinya memiliki keahlian agar dapat masuk ke bursa tenaga kerja atau pun menciptakan lapangan pekerjaan.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul, Sunarjo mengungkapkan, pelatihan berbasis kompetensi ini mendorong agar peserta memiliki keterampilan. Dengan begitu, selepas pelatihan mereka dapat menciptakan usaha dan membuka lapangan pekerjaan, atau paling tidak untuk lebih mengasah kemampuan masuk dalam bursa kerja terlebih dahulu.

Menurutnya, dengan pelatihan semacam ini menjadi jembatan dalam pemulihan ekonomi masyarakat. Pasalnya di tengah pandemi covid 19 ini, banyak yang kehilangan pekerjaan. Bahkan untuk mendapatkan pekerjaan seperti biasanya pun juga sulit, dengan memiliki kompetensi diharapkan ada usaha yang kemudian mereka buka untuk mengurangi jumlah pengangguran di Gunungkidul.

“Ekonomi sekarang memang sedang sulit. Keterampilan dan inovasi sangatlah dibutuhkan di masa sekarang untuk menyambung hidup, BLK hadir untuk memberikan pelatihan bagi warga agar mereka memiliki keterampilan yang kemudian mereka kembangkan dengan kreasi mereka,” terang Sunarjo, Jumat (07/08/2020) saat pembukaan pelatihan di BLK Wonosari.

Kepala UPT BLK Wonosari, Dyas Sulistyani mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi ini memang untuk umum. Kendati demikian, sesuai dengan arahan pimpinan korban PHK menjadi prioritas pelatihan, karena sebagai bentuk upaya dari pemerintah memberikan progam perbaikan dan peningkatan ekonomi di masa pandemi.

Berita Lainnya  Mulai Diberlakukan Tahun Ini, Buku Uji KIR Akan Diganti Smart Card

Dalam pelatihan tersebut terdapat sembilan program yang dibuka meliputi keterampilan jahit, batik, otomotif, las, boga, desain grafis, perbaikan AC dan lain sebagainya bahkan pengolah hasil pertanian dengan kreatifitas mandiri pun juga ada.

“Beberapa program dari kita ada sertifikat dari instansi dibawah kementerian. Jadi ini sangat membantu sekali, kita upayakan mereka mendapatkan pelatihan yang maksimal. Dengan begitu, pengetahuan yang didapat bisa diterapkan secara maksimal,” papar Dyas.

Setiap gelombang pelatihan saat ini peminatnya luar biasa. Pada gelombang pertama ini misalnya, dari 1000 lebih pendaftar baru 144 yamg dinyatakan lolos. Tidak menutup kemungkinan kedepan jika kondisi membaik akan terus dilanjutkan.

“Kita sempat vakum karena pandemi, kemudian dengan segala persiapan penerapan protokol kesehatan bisa berjalan lagi. Pelatihan ini memiliki efek domino untuk peningkatan perekonomian Gunungkidul mendatang,” jelasnya.

Subbag TU BLK Wonosari, Eko Susilo mengatakan, penerapan protokol menjadi hal utama. Sebenarnya untuk pelatihan semacam ini tidak hanya dilakukan in room BLK saja. Ada program lain BLK masuk Kalurahan namun terkendala pandemi jadi anggaran dipangkas dan untuk kegiatan sementara dihentikan untuk menghindari kerumunan.

Berita Lainnya  Ini 56 Desa Yang Akan Pilih Kepala Desa Anyar November Mendatang

“Ada 13 kalurahan yang semula ada pelatihan masuk Kalurahan. Baru terselenggara 6 kalurahan terhenti pandemi, sehingga 7 kalurahan ditunda. Untuk respon masyarakat sendiri cukup bagus selama ini, banyak yang ikut untuk meningkatkan skill mereka,” ujar dia.

Penerapan protokol kesehatan sendiri dilakukan mulai dari cuci tangan, jaga jarak antar peserta dan penggunaan masker.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler