fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pengangguran dan Kemiskinan Diprediksi Meningkat Selama Pandemi, Pemerintah Fokuskan Anggaran Untuk Pemulihan Ekonomi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pandemi covid-19 yang terjadi belakangan ini berdampak pada sejumlah sektor. Seperti di bidang ekonomi dan sosial sekarang ini benar-benar terpuruk dikarenakan sejumlah UMKM terpaksa gulung tikar, para pekerja di perusahaan besar juga banyak yang di PHK. Hal itu kemudian memberikan efek domino berupa meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan baik di daerah maupun di tingkat nasional. Berbagai skema akan diterapkan oleh pemerintah untuk memperbaiki kondisi saat ini. Salah satunya adalah dengan memfokuskan anggaran untuk pemulihan sektor ekonomi, sosial dan kesehatan.

Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, dampak pandemi covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap meningkatnya kemiskinan dan pengangguran di Gunungkidul. Kendati demikian hitungan secara pasti mengenai berapa prosentase kemiskinan di Gunungkidul dan jumlah pengangguran, pemerintah belum melakukan perhitungan secara pasti.

“Kemungkinan adanya kenaikan jumlah pengangguran dan persentase kemiskinan itu pasti ada. Namun demikian jumlah realnya kami belum ada hitungannya karena baru akhir tahun dilakukan verifikasi dan validasi data penduduk miskin. Nantinya ada tim baik dari Dinas Sosial dan pihak pemerintah lainnya,” kata Sri Suhartanta, Senin (21/09/2020).

Data terakhir berdasarkan update yang dilakukan di tahun 2019 lalu, untuk kemiskinan mencapai 16,61 persen. Kemudian untuk jumlah pengangguran sendiri selama pademi juga mengalami peningkatan. Secara simple bisa dilihat dari jumlah pendaftar dan penerima kartu prakerja yang dikhususkan bagi korban PHK.

Berita Lainnya  Sekda Gunungkidul : Pencairan BKK Pada Triwulan Pertama Tidak Mungkin Dilakukan

“Untuk pengangguran juga terus kami pantau bagaimana perkembangannya. Sementara baru dapat dilihat dari jumlah pendaftar dan penerima kartu prakerja yang sekarang sudah mencapai 8765 orang di Gunungkidul,” tambahnya.

Kondisi ini kemudian disikapi oleh pemerintah dengan menyiapkan sejumlah skema yang akan diberlakukan dalam pemulihan ekonomi di Gunungkidul. beberapa program akan segera diluncurkan untuk sebagai upaya memberikan stimulan dan pekerjaan bagi masyarakat Gunungkidul yang kehilangan pekerjaan.

Beberapa program yang digagas untuk pemulihan ekonomi mulai dari kredit super mikro, penerapan new normal di sektor kepariwisataan, bantuan pemerintah untuk UKM dan padat karya , serta pemberdayaan masyarakat.

“Pemulihan ekonomi ini diprioritaskan sampai dengan tahun 2021 mendatang. Dimana APBD Perubahan 2020 juga diupayakan untuk pemulihan ekonomi di Gunungkidul. sebagai contohnya di bidang kepariwisataan tetap digenjot, kemudian juga kegiatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,” jelas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, heri nugroho mengatakan, dampak adanya pandemic ini berpengaruh pada semua sektor. Untuk pengangguran dan kemiskinan semua dapat dilihat faktanya ada peningkatan selama ini. pemulihan ekonomi sosial harus diupayakan oleh pemerintah dan dewan melakukan pengawasan sesuai dengan ketugasannya .

Berita Lainnya  Gugatan Dikabulkan MA, Biaya Pengesahan STNK Akan Segera Dihapus

“Pemulihan ekonomi ini tidak boleh lama-lama lagi, harus sesegera mungkin dilakukan. Beberapa gelontoran anggaran sekarang juga sudah mulai menyasar untuk perbaikan ekonomi masyarakat Gunungkidul,” Heri Nugroho.

Adapun recovery bidang ekonomi sosial ini sangatlah dibutuhkan. Jangan sampai angka kemiskinan dan pengangguran semakin meningkat tapi tidak ada solusi pemecahannya.berkaca pada kondisi 3 tahun sebelumnya pemerintah sendiri telah berupaya menekan laju pengangguran dan kemiskinan di Gunungkidul.

“Ekonomi, sosial dan kesehatan harus berjalan seimbang. Jangan sampai tercecer, meski pemerintah daerah belum bisa mengatasi secara keseluruhan karena keterbatasan kemampuan anggaran harapan kami pemerintah pusat terus menggelontorkan anggaran untuk daerah dalam pemulihan kondisi ini,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler