Pendidikan
Penularan di Lingkungan Sekolah, Belasan Lembaga Pendidikan Kembali Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah sekolah di Kabupaten Gunungkidul terpaksa kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh. Hal ini dikarenakan adanya guru maupun siswa yang terpapar covid19 serta terdampak bencana. Data per 23 Februari 2022 18 sekolah yang menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Saptoyo mengungkapkan kasus covid19 terus bertambah, beberapa guru dan siswa ada yang terkonfirmasi virus ini. Sehingga untuk meminimalisir terjadinya penularan lebih luas di lingkungan sekolah maka kebijakan PJJ diterapkan oleh pemerintah.
“Iya benar sejumlah sekolah di Gunungkidul saat ini menerapkan PJJ kembali,” seru Saptoyo, Kamis (24/02/2022).
Data yang ada saat ini, untuk TK dan PAUD ada 9 lembaga yang menghentikan PTM sementara waktu yaitu TKN Nglipar,TK Ava 3 Nglipar, TK Bulu Semanu, TK Tunggaknongko Semanu, TK Pule Mertelu, TK Blembem Candirejo Semin, TK ABA Nglipar IV. Sedangkan yang terdampak bencana adalah TK ABA Kwangen dan TK ABA Jonge.
Kemudian untuk jenjang SD yaitu SD Wonosari 1, SD Patuk 1, dan SD Ponjong 1. Sementara jenjang SMP diantaranya SMP 1 Patuk, SMP Al Mujahidin, SMP 3 Gedangsari, SMP 1 Panggang, dan SMP 3 Saptosari.
Sedangkan sekolah lain sekarang menerapkan PTM 50 persen sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia mengatakan, guru dan soswa wajib menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya penularan covid19 kemudian sarana prasarana yang ada harus sesuai standar yang ada.
“Protokol kesehatan tentunya wajib diterapkan oleh lembaga pendidikan. Saat di luar pun juga demikian,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menerangkan kasus covid19 di Gunungkidul terus meningkat setiap harinya. Rabu kemarin saja, ada tambahan kasus sebanyak 177 orang positif covid19. Dengan tambahan tersebut kasus aktif sekarang ini 954 orang yamg harus menjalani perawatan, baik isolasi mandiri ataupun rawat inap di rumah sakit. Guru dan siswa juga sejak beberapa waktu lalu ada yang positif.
“Memang ada kasus di sekolah, maka dari itu melalui puskesmas kita komunikasikan dengan pihak sekolah untuk menutup sementara jika ada yg positif. Jadi daring dulu,” terang Dewi Irawaty.
Menurut Dewi, sampai dengan sekarang ini belum masuk dalam puncak penularan di gelombang ketiga. Sebab sampai dengan sekarang kasus perharinya masih meningkat.
“Kami tidak bisa memprediksi kapan puncaknya. Kalau untuk kasus sekarang ini kasus kematian lebih sedikit dibandingkan sebelumnya,” tutup Dewi.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
