Pemerintahan
Pembelajaran Daring Berkepanjangan Picu Penurunan Kualitas Pendidikan Hingga 20%
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sekolah di Kabupaten Gunungkidul sampai sekarang ini masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem daring. Sudah sekitar 1,5 tahun ini, para pelajar tidak mendapatkan materi dengan sistem tatap muka. Ternyata hal tersebut berdampak pada kualitas pengetahuan serta kualitas kelulusan para pelajar.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Kiswara berdasarkan pengamatannya, pembelajaran jarak jauh memang ada sisi positif dan negatifnya. Dari sisi positif, ruang lingkup kegiatan anak tidal terlalu luas potensi terpapar covid19 kecil. Namun demikian, PJJ ini juga berdampak pada turunnya kualitas pengetahuan serta kualitas kelulusan pelajar SD dan SMP.
Berdasarkan evaluasi yang mengacu pada indikator nilai Asessment Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) memang ada penurunan. Yang mana nilai rata-rata pelajar SD dan SMP tidak begitu memuaskan.
“Iya sesuai dengan assesment yang dilakukan memang ada penurunan kualitas,” kata Kiswara, Kamis (26/08/2021).
“Kalau dilihat dari nilai ASPD ya sekitar 20 persen untuk penurunannya,” imbuh dia.

Ia menjelaskan untuk meningkatkan kembali kualitas kelulusan serta kualitas pengetahuan pelajar, maka Disdikpora mendorong agar para guru berupaya dengan jauh lebih produktif, inovatif, dan kreatif dalam memberikan materi. Meskipun pembelajaran diterapkan jarak jauh dan daring, guru harus tetap maksimal dalam memberikan arahan serta pengetahuan.
“Pembelajaran jarak jauh ini guru harus lebih produktif. Kita minta agar tidak asal memberikan tugas, tapi untuk pemahaman materi juga harus dimaksimalkan,” ucap dia.
Selain itu, meski jarak jauh, harus ada umpan balik dari guru sehingga interaksi dengan siswa dapat berlangsung dengan baik. Sehingga paling tidak anak merasa sekolah meskipun belum tatap muka.
Sebelum diterapkannya PPKM, Pemerintah kabupaten Gunungkidul sudah merencanakan akan meterapkan pembelajaran tatap muka. Namun karena ada adanya kebijakan pemerintah pusat yang harus dipatuhi, maka rencana tersebut urung dilakukan. Padahal dari setiap sekolah sudah melakukan persiapan termasuk dengan skema protokol kesehatan maupun metode pembelajaran. Uji coba di beberapa sekolah pun juga sudah pernah dilakukan
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Sudya Marsita menambahkan, saat ini pemerintah memang lebih mengutamakan keselamatan dan keamanan para pelajar. PJJ dimaksudkan agar anak terhindsr dari kontak langsung yang berpotensi terhadap penularan covid.
Di samping itu, sebagai bentuk persiapan jika nantinya segera diperbolehkan tatap muka dengam prokes ketat sekarang ini, pemerintah sedang menggencarkan program vaksinasi bagi pelajar di Gunungkidul.
“Vaksinasi sudah menyasar pelajar di Gunungkidul. Data beberapa hari lalu 11,5 persen capaiannya, itu belum termasuk dengan santri ponpes. Data terus kami update,” ujar Sudya Marsita.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
