fbpx
Connect with us

Politik

Perang Bintang di Pilur Kenteng, Adik Ketua DPRD vs Kakak Wakil Bupati

Published

on

Ponjong,(pidjar.com)–Perang bintang. Mungkin istilah ini akan cukup tepat untuk menggambarkan pertarungan perebutan Lurah Kenteng, Kapanewon Ponjong. Bagaimana tidak, dari 3 kandidat yang kemungkinan berkompetisi, seluruhnya merupakan tokoh yang memiliki pengaruh besar. Adapun ketiga kandidat tersebut adalah, Citra Wijaya, Sukino, serta Sukarno.

Menjadi sangat seru lantaran latar belakang dari ketiga bakal calon lurah itu. Citra Wijaya sendiri merupakan adik kandung dari Ketua DPRD Gunungkidul sekaligus juga Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Sementara Sukino merupakan kakak kandung dari Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto. Dan Sukarno sendiri adalah lurah incumbent Kenteng yang telah 2 periode menjabat.

Kepada pidjar.com, Ketua Panitia Pemilihan Lurah Kenteng, Sutyadi membenarkan perihal majunya tokoh-tokoh tersebut. Untuk adik kandung Ketua DPRD, Citra Wijaya sudah secara resmi mendaftar. Sementara untuk kakak Wakil Bupati Gunungkidul, Sukino dan Lurah incumbent, Sukarno baru mengambil berkas pendaftaran. Untuk pendaftaran sendiri memang masih ada waktu beberapa waktu untuk batas pengembalian.

“Penyerahan berkas paling lambat pada 9 September besok, sekarang selama proses pendaftaran ini, kami juga sedang menggelar tahapan pernaikan jumlah Daftar Pemilih Sementara,” kata Sutyadi, Senin (06/09/2021).

Sutyadi menambahkan, meskipun ada dua sauda tokoh penting Kabupaten Gunungkidul yang ikut serta dalam kontestasi pilihan lurah, pihaknya tidak ada persiapan khusus. Ia hanya akan mengikuti prosedur sesuai dengan alur dalam pelaksanaan pilihan lurah.

“Kalau seandainya terakhir pendaftaran di tanggal 9 nanti baru ada satu pendaftar, ya kami perpanjang,” terangnya.

Ia menyebutkan di Kalurahan Kenteng memiliki sembilan padukuhan. Adapun jumlah masyarakat yang tergabung dalam DPS adalah 2.700 jiwa.

“Tapi kami masih proses perbaikan data, itu masih kira-kira saja,” jelas Sutyadi.

Saat dikonfirmasi, Sukino membenarkan bahwa dirinya merupakan kakak kandung dari Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto. Motivasinya kemudian mendaftar pemilihan lurah adalah ingin mengabdi untuk tanah kelahiran. Selama ini, Sukino memang telah lama merantau di Jakarta. Baru beberapa waktu lalu ia pensiun dari pekerjaannya dan kemudian memutuskan untuk pulang ke Kenteng.

“Kalau saya sudah 33 tahun di Jakarta, berkerja di posisi manager di perusahaan multi internasional,” jelas pria berusia 54 tahun tersebut.

Sukino mengungkapkan, bertarung untuk memperebutkan posisi lurah ini tak pernah ada di benaknya sebelumnya. Namun kemudian, ada banyak warga maupun tokoh masyarakat yang kemudian memintanya untuk maju. Warga menginginkan Kalurahan Kenteng menjadi lebih maju dan terarah. Adapun program utamanya nanti jika dipercaya memimpin adalah membangun dengan melibatkan masyarakat.

“Semua berkas sudah siap, tinggal didaftarkan saja,” ucap Sukino.

Sementara itu, Citra Wijaya memaparkan, ada sejumlah faktor yang kemudian membuatnya memutuskan maju dalam Pilur Kenteng 2021. Yang pertama adalah keinginan untuk memajukan desa dengan semangat baru. Selama ini ia melihat, Kalurahan Kenteng masih cukup tertinggal dengan wilayah-wilayah lain di Kapanewon Ponjong.

Selain itu juga, dengan adanya sang kakak yang menjabat sebagai Ketua DPRD Gunungkidul, tentunya akan menjadi keuntungan tersendiri apabila ia nanti berhasil menjabat. Akses anggaran ke Pemerintah Daerah tentunya akan lebih mudah dan memudahkan Kenteng untuk lebih maju.

“Jika terpilih, tentu saya akan manfaatkan betul koneksi saya dengan kakak maupun partainya demi kemajuan dan kesejahteraan Kenteng. Sudah waktunya Kenteng tancap gas untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah-daerah lainnya,” tandas Citra.

Meski berstatus sebagai incumbent yang menjabat 2 periode, Sukarno mengaku lebih semeleh dalam Pilur 2021 ini. Entah terkait dengan status para pesaingnya, ia bahkan mengaku tak memasang target khusus dalam Pilur kali ini.

“Saya ini sudah menjabat dua periode, saya memang sudah melakukan pertemuan dengan simpatisan, tapi tidak ada target menang kembali, manut masyarakat saja,” jelas Sukarno.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler