fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Perekonomian Lesu Akibat Pandemi, Pendapatan PBB Jauh Dari Target

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul melakukan sistem jemput bola untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini dilakukan mengingat pendapatan saat ini masih sangat jauh dari target meski telah diturunkan setelah terjadinya pandemi covid-19.

Kepala Bidang Penagihan, Pelayanan, dan Pengendalian Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Supriyatin menuturkan, target pendapatan pajak bumi bangunan (PBB) Gunungkidul tahun 2020 ini mencapai 22 miliar rupiah. Namun seiring dengan kondisi daerah dan ekonomi masyarakat yang kurang stabil, sehingga kemudian mempengaruhi pembayaran PBB. Maka dari realita ini, pemerintah memutuskan untuk menurunkan target tersebut.

Berita Lainnya  Atlet-atlet Berpestasi Gunungkidul Akan Direkrut Jadi THL di Lingkungan Pemkab

“Dari 22 miliar rupiah, tahun ini diturunkan menjadi Rp 15,4 miliar,” ucap Supriyatin, Kamis (16/07/2020).

Penurunan tersebut ditetapkan, lantaran banyak wajib pajak yang terdampak secara perekonomian. Sampai dengan bulan Juli 2020 ini, pendapatan masih sangat jauh dari target.

“Saat ini baru masuk sekitar Rp 7,3 miliar dari target Rp 15,4 miliar. Ini termasuk tunggakan yang terbayarkan sekitar Rp 168 juta,” ucap dia.

Target ini dirasa masih jauh. Untuk itu, pihaknya membuat surat edaran kepada desa untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait pembayaran PBB.

“Meski ada kelonggaran ini tapi petugas tetap jalan. Melakukan pemantauan dan penagihan ke desa-desa yang masih memiliki tunggakan tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dirinya berharap dengan adanya surat edaran tersebut, masyarakat dapat menggugah kesadaran untuk membayar PBB. Sehingga pendapatan daerah pada tahun ini juga dapat mencapai target yang telah ditentukan.

Berita Lainnya  Tak Ikut Asuransi, Petani Korban Banjir Tak Dapat Ganti Rugi

“Untuk jatuh tempo dari bulan September diundur lagi menjadi November. Harapan kita terget dapat terpenuhi,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler