Pemerintahan
Perkirakan Bebani Anggaran Hingga 10 Miliar per Tahun, Komisi B Tolak Pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rencana pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) telah disepakati oleh eksekutif dan legislatif pemerintahan Gunungkidul. Kendati demikian, pro dan kontra dalam keputusan tersebut masih terus ada. Pada Rapat Paripurna Senin (12/07/2021) kemarin, sejumlah fraksi DPRD Gunungkidul melakukan walk out lantaran tak setuju dengan pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga. Dalam perkembangannya, tak hanya dari kalangan fraksi saja, penolakan juga disuarakan oleh jajaran Komisi B DPRD Gunungkidul. Selain tidak adanya unsur urgensi, adanya OPD baru ini akan membebani anggaran Pemkab Gunungkidul hingga mencapai 10 miliar.
Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul, Wulan Tustiana, menyatakan, pembentukan OPD baru ini tak dipungkiri memang ada sisi positifnya. Akan tetapi, di sisi lain yang harus diperhatikan juga berkaitan dengan kemampuan anggaran pemerintah Kabupaten Gunungkidul serta beberapa hal lainnya. Tidak dipungkiri, jika nantinya OPD ini benar dibentuk maka biaya operasional pegawai, pembangunan gedung anyar dan fasilitasnya serta kebutuhan lainnya berdampak pada pembengkakkan anggaran yang harus disediakan oleh pemerintah.
“Semuanya harus dipertimbangkan. Kalau dari Komisi B sendiri tidak setuju dengan pembentukan OPD ini, terlebih pada situasi dan kondisi sekarang yang harusnya kita fokus dalam penanganan kesehatan serta ekonomi masyarakat,” ujar Wulan, Selasa (13/07/2021).
Adanya Dinas Kepemudaan dan Olahraga diharapkan memang akan meningkatkan produktivitas dan peranan pemuda, prestasi atlet dan perhatian sarana prasarana olahraga. Namun begitu, yang harus juga dipikirkan secara detaim adalah tambahan beban anggaran. Saat ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga merupakan dinas dengan grade A. Pada tahun 2020 kemarin, dana yang berhasil diserap adalah sebanyak Rp 673,83 miliar rupiah.
Nantinya jika dibentuk Dinas Kepemudaan dan Olahraga, diperkirakan akan menyerap anggaran 5 sampai 10 miliar per tahun. Sementara potensi pendapatan dari sini diperkirakan masih relatif sangat rendah. Sehingga dalam jangka pendek dan masih dalam kondisi pandemi ini, pembentukan Dinas Kepemudaan dan Olahraga dirasa tak bijak.

“Tren Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama beberapa tahun terakhir juga harus diperhatikan, jangan sampai kontra produktif dengan adanya dinas baru ini yang notabene menambah beban pengeluaran,” jelasnya.
Kemudian berkaitan dengan dibentuknya Dinas Peternakan memang akan berdampak bagus, yaitu urusan peternakan akan lebih fokus dalam pengembangannya. Namun demikian, sama halnya, ini akan menambah beban anggaran di tengah pandemi.
“Sama halnya dengan Dinas Perdagangan akan menambah beban pembiayaan. Berkaitan dengan peleburan Dinas Perindustrian, Koperasi UKM, dan Tenaga Kerja nantinya OPD tidak akan fokus dalam pengembangannya, padahal untuk urusan perindustrian, koperasi dan UKM merupakan potensi yang cukup bagus,” jelas dia.
Adanya pandemic covid-19, kondisi masyarakat pada aspek ekonomi, sosial, dan budaya di Gunungkidul secara nyata pada posisi memburuk. Pada kondisi ini diperlukan sense of crisis dari pemerintah.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
