Pemerintahan
Proses Lelang Dimulai, Pembangunan Saluran Irigasi Habiskan Miliaran Rupiah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama pandemi covid 19 sejumlah proses pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten terpaksa dihentikan. Salah satunya yakni Kegiatan yang.menggunakab Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2020. Meski sempat dilakukan penghentian, namun kegiatan yang sifatnya prioritas kemudian dilaksanakan kembali. Beberapa diantaranya yang dilaksanakan kembali yakni mengenai pembangunan atau rehabilitasi irigasi di wilayah Gunungkidul.
Untuk proyek pembangunan ini, pemerintah kabupaten mendapatkan anggaran 4,57 miliar dari dana cadangan DAK. Saat ini, pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) telah melakukan tahapan lelang proyek tersebut.
Kepala Bidang Pengairan DPUPRKP Gunungkidul, Taufik menuturkan peluncuran kembali DAK Irigasi ini didanai dana cadangan sesuai dengan arahan pemerintah. Gunungkidul sendiri mendapatkan anggaran 4,57 miliar. Dari jumlah tersebut, 4,36 miliar rupiah digunakan untuk pembangunan fisik dan sisanya digunakan untuk kegiatan penunjang.
“Kita sudah mulai proses lelang,” kata Taufik, Selasa (21/07/2020).
Beberapa yang menjadi perhatian pemerintah untuk dibangun yakni Tuk (sumber) Ponjong, Bendungan Kebo Kunjng, Tuk Gedaren, Bendungan Gondang, saluran Karangayu II, dan saluran Karangsari. Enam titik ini nantinya yang akan digelontor dana untuk pembangunan.

Proses lelang sendiri saat ini masih dilakukan. Diharapkan pada akhir Juli, proses lelang sudah selesai sehingga bulan Agustus dapat segera dilakukan pembangunan fisik. Mengingat irigasi ini sangatlah diperlukan oleh para petani untuk pengairan lahan pertanian mereka.
“Diharapkan nantinya akan lebih menunjang kegiatan masyarakat khususnya di bidang pertanian,”tambahnya.
Di sisi lain, pemanfaatan anggaran ini diharapkan mampu mendukung pemulihan sektor perekonomian masyarakat. Juga berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan yang bersifat padat karya sehingga mendukung gerakan ekonomi masyarakat. Jika pengairan lancar, tentu sektor pertanian pun akan bergeliat sehingga ketahanan pangan masyarakat pun juga terjamin.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized7 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
