fbpx
Connect with us

Sosial

Beras Hitam Mulai Banyak Dikembangkan Petani Gunungkidul

Published

on

Ponjong,(pidjar.com)–Beras hitam kini menjadi salah satu jenis beras yang banyak diminati oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Sebab, kandungan nutrisi pada beras ini sangat tinggi. Karena banyak dicari oleh konsumen, beberapa petani di Gunungkidul mulai menanam beras hitam untuk dijual.

Salah seorang petani di Tanggulangi, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Triyono mengatakan beras hitam memiliki kandungan nutrisi komplit. Beras ini banyak diminati oleh orang yang sedang menjalani diet, sebagai pengganti beras putih bagi penderita diabetes dan penyakit kronis lainnya. Dikarenakan kandungan gula pada beras ini lebih sedikit dibandingkan dengan beras putih pada umumnya.

“Sebagian besar dikonsumsi untuk diet dan diabetes,” kata Triyono, Jumat (09/04/2021).

Ia menjelaskan jika untuk pengobatan, dalam memasaknya tetap harus dicampur dengan beras putih biasa dengan perbandingan 1 beras hitam 4 beras putih. Karakteristik dari beras hitam tidak seperti beras putih yaitu tidak begitu pulen, dan agak kenyal seperti ketan.

“Kalau dimasak jadi warna hitam dan ungu tergantung banyak dikitnya campuran,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, di Kapanewon Ponjong ada beberapa petani yang sudah mengembangkan beras hitam. Seperti dirinya, lahan pertanian 2 hektare miliknya ditanami benih beras hitam rerata panen 2 ton perhektarenya.

Harga jual beras ini juga termasuk mahal, dari petani bisa Rp 15.000 sampai Rp 19.000 ribu dari petani. Kemudian untuk kualitas premium bahkan bisa mencapai harga Rp 25.000 ribu. Sementara dipasaran bisa lebih dari harga tersebut, kemudian untuk bibit segarga Rp 40.000 per kilogramnya.

“Kalau untuk nilai rupiahnya tinggi beras hitam jika dibandingkan dengan beras biasa. Ya karena harganya memang lebih mahal,” imbuh dia.

Yang menjadi kendala para petani adalah serangan hama wereng dan tikus. Dimana hama ini sering kali membuat para petani gagal panen. Masa tanam hingga panen sendiri sama dengan padi jenis IR 64.

“Saya tanam terus untuk penjualan online. Ada yang dari sini dan dari Sleman pembelinya,” sambung Triyono.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, di Gunungkidul sudah ada beberapa petani yang mengembangkan beras hitam. Namun demikian untuk luasan lahan masih sangat kecil.

“Baru di Ponjong dan Semin,” kata Raharjo Yuwono.

Biasanya dalam penanaman beras hitam para petani tidak menggunakan bahan kimia, sehingga beras tersebut organik dan lebih sehat dikonsumsi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler