Pemerintahan
Petani Nglegi Mulai Panen Padi Bernutrisi Tinggi
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Stunting masih menjadi persoalan bagi pemerintah yang harus diatasi. Stunting juga telah masuk dalam satu diantara lima masalah kesehatan prioritas yang harus ditanggulangi. Dalam mengatasi stunting, tentu perlu dukungan dari berbagai sektor. Salah satunya ialah dari sektor pertanian yang telah melakukan budidaya padi jenis IR Nutri Zinc yang dinilai dapat membantu menurunkan stunting. Lahan demplot pengembangan padi IR Nutri Zinc yang belum lama ini telah panen berada di Bulak Nglegi, Kapanewon Patuk.
Ketua DPD Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Gunungkidul, Raditia Eka Kurniawan, mengungkapkan, demplot padi IR Nutri Zinc berjalan atas kerjasama dengan TP PKK Gunungkidul. Dari panen yang dilakukan, diperoleh hasil padi seberat 6,3 ton per hektare gabah kering.
“Kami bekerja sama dengan TP PKK Gunungkidul menanam padi IR Nutri Zinc untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa varietas padi ini memiliki kandungan Seng lebih tinggi dari padi varietas lain,” ucapnya, Rabu (15/06/2022).
Tingginya kandungan Nutri Zinc di dalam padi dinilai mampu membantu mempercepat menurunkan stunting. Adanya program serupa ke depannya diharapkan dapat berjalan sehingga turut membantu menurunkan kasus stunting.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menyampaikan, padi IR Nutri Zinc merupakan salah satu bibit unggul karena kandungan yang berada di dalam beras yang dihasilkan memiliki gizi Nutri Zinc yang cukup tinggi yaitu 34,5%. Pada beras biasa, kandungan gizi Nutri Zinc hanya sebesar 20% saja.

“Dari penelitian bayi stunting itu karena kurang mengkonsumsi gizi Nutri Zinc,” ungkapnya.
Pihaknya telah menyusun rencana untuk mengembangkan dan meluaskan area tanam padi IR Nutri Zinc perlu melakukan penanaman secara keseluruhan di Kalurahan. Menurutnya, selama penanaman tidak ditemukan kendala yang menghambat pertumbuhan padi IR Nutri Zinc sehingga ke depannya dapat dikembangkan lagi.
“Misalnya setiap Kalurahan ada satu hektare untuk penanaman padi ini, produksi panen padi anti stunting bisa seribu ton gabah kering,” tutup Rismiyadi.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
