bisnis
Petani Tak Jual Beras ke Pasar, Pedagang Gunungkidul Datangkan dari Jawa Tengah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Produksi beras di Bumi Handayani setiap tahunnya memang cukup baik. Dari segi kualitas maupun kuantitas, padi Gunungkidul sebetulnya tidak kalah saing. Kendati demikian, untuk memenuhi kebutuhan pasar, banyak beras dari wilayah Jawa Tengah masuk ke Bumi Handayani ini.
Salah satu pedagang beras di Kapanewon Ngawen, Suparna mengaku selama ini mengambil beras dari luar maupun dalam Gunungkidul. Namun dari segi kualitas, ia tak menampik, beras dari luar Gunungkidul lebih bagus.
“Dari sisi penjemuran beras dari Gunungkidul ini kurang, jadi gabahnya tidak sebagus dari luar. Saya biasanya ambil dari Jawa Tengah,” kata Suparna.
Suparna menambahkan, dalam satu bulan ia mampu menjual 40 ton beras. Dari jumlah tersebut 20 ton ia ambil dari petani lokal, sedangkan 20 ton sisanya dari Jawa Tengah.
“Karena warung saya di Ngawen yang beli banyak dari Klaten, harga beras yang saya beli dari petani tergantung kualitas. Mulai dari Rp. 8.500,- hingga Rp. 11ribu per kilogram,” papar Suparna.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih mengatakan, beras yang beredar di pasar memang diambil dari Delanggu dan Klaten. Meskipun surplus ratusan ribu ton, menurutnya beras di Gunungkidul memang jarang ditemui di pasar.
“Memang sudah ada yang kualitasnya gak jauh beda sama yang dari Delanggu atau Klaten, tapi baru ada satu produksi Ponjong itu sudah dipack dan bagus berasnya,” kata Yuni.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menyebut, tahun 2021 ini luas lahan produktif di Gunungkidul terdapat 48.491 hektare. Dari jumlah tersebut area persawahan memiliki luas lahan 7.864 hektare. Sedangkan untuk area ladang tadah hujan yang menghasilkan padi gogo ada 40.627 hektare.
“Kami di tahun ini masih optimis, kebutuhan beras di Gunungkidul tetap surplus, karena di musim tanam saja sudah menghasilkan 284.270 ton beras,” ungkap Raharjo, Selasa (30/03/2021).
Raharjo menambahkan, di tahun 2020 lalu penduduk di Gunungkidul berjumlah 782.095 jiwa. Rerata dalam setahun, kebutuhan beras per kapita per tahun yakni 79,6 kilogram.
“Hasil panen pada 2020 terdapat 291.791 ton gabah, dikonveksikan menjadi beras sebanyak 184.003 ton beras. Jika dihitung surplus beras sekitar 122.848 ton pada tahun 2020,” jelas Raharjo.
Kendati demikian, Raharjo tak menampik jika beras produksi petani lokal ini tidak bisa memenuhi kebutuhan beras seluruh warga Gunungkidul. Hal ini lantaran hampir dari 90% petani Gunungkidul lebih memilih memyimpan beras dari pada di jual.
“Sehingga mereka yang tidak bertani membeli beras yang bukan produksi Gunungkidul,” tutur Raharjo.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
