fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Peternakan Domba Terbesar di Gunungkidul Akan Dibangun di Bendung

Diterbitkan

pada

Semin,(pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul terkenal sebagai lumbung ternak di DIY. Ke depan, status ini akan semakin moncer dengan rencana pembangunan peternakan domba terbesar di Gunungkidul. Pembangunan peternakan besar ini akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin yang bergabung bersama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan KWT setempat.

Lurah Bendung, Didik Rubiyanto memaparkan, program ini merupakan salah satu bentuk dari pembangunan Desa Mandiri Pangan di wilayahnya. Adapun untuk tahap awal ini, pihaknya telah mempersiapkan anggaran sebesar 750 juta yang berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Keistimewaan.

Adapun persiapan pembangunan peternakan domba jenis ekor kecil yang akan dikembangkan ini telah masuk ke tahap persiapan. Rencananya, peternakan ini akan dibangun di lahan seluas 1,5 hektar yang terdiri dari lahan seluas 6.000 meter persegi merupakan tanah kas desa Bendung dan sisanya adalah tanah berstatus Sultan Ground.

“Sudah kita urus izin alih fungsinya. Nanti akan dikelola oleh BUMKal, Gapoktan, dan KWT Bendung,” papar Didik, Senin (21/03/2022).

Ditambahkannya, peternakan yang akan dibangun sendiri nantinya berkonsep peternakan modern. Pihaknya menerapkan integrating farming dengan zero wasting di mana semua limbah dari peternakan bisa diolah untuk menjadi produk-produk pertanian. Dengan konsep semacam ini, potensi peternakan akan semakin besar dengan peran serta masyarakat yang juga besar.

Berita Lainnya  Klaster Menengok Orang Sakit, Belasan Warga Playen Terpapar Covid19

Tak tanggung-tanggung, dalam proses pembangunan, operasional maupun pengembangannya ke depan, Pemkal Bendung telah bekerjasama dengan Universitas Diponegoro Semarang. Beberapa waktu lalu, peneliti maupun dosen dari Undip telah melakukan survei lapangan.

“Kita buka lebar nantinya untuk edukasi pertanian dan sekaligus juga wisata pertanian. Kita konsep benar-benar modern dan nantinya bisa berdayaguna untuk masyarakat Bendung,” urai dia.

Peternakan domba terbesar yang dikelola Pemerintah Kalurahan ini rencananya akan mulai dioperasikan pada tahun 2022 ini. Pada tahap awal, pihaknya akan memulai dengan memelihara 300 ekor domba. Ditargetkan, dalam 3 tahun ini, jumlah domba yang dikembangkan bisa mencapai ribuan ekor. Nantinya tak hanya dilakukan di peternakan saja, namun pengembangan domba ini akan menyasar hingga tingkat rumahan bagi warga.

“Ini sangat memungkinkan, tidak perlu lahan yang besar untuk pengembangan peternakan domba dengan konsep modern ini. Kita ingin nantinya masyarakat bisa bekerjasama dalam pengembangannya dan memeliharanya di lahan-lahan mereka sendiri,” papar Didik.

Sementara itu, pengusaha yang juga aktifis pertanian dan peternakan di Gunungkidul, Lazarus Arintoko memaparkan, konsep operasional dalam peternakan Domba Bendung ini akan dibuat saling berkelanjutan. Di area peternakan, selain kandang juga akan dilengkapi dengan lahan untuk ditanam tanaman pakan domba, fasilitas pengolahan pakan serta juga area pengolahan limbah. Nantinya, kotoran-kotoran ternak ini bisa diolah untuk menjadi pupuk kandang yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Berita Lainnya  Jalan Kabupaten Membengkak Hingga Hampir 2 Kali Lipat, Anggaran Perbaikan Makin Terbatas

“Jadi memang konsepnya modern dan zero waste. Semua bisa termanfaatkan,” beber pria yang menjabat sebagai Staf Ahli Ketua DPRD Gunungkidul ini.

Untuk kandang ternak sendiri dibangun dengan konstruksi panggung dengan sistem baterai. Untuk satu kotak kandang sendiri hanya berukuran 2×5 meter yang bisa diisi 5 ekor kambing. Di peternakan sendiri, nantinya akan mengambil konsep briding dan bukan sekedar penggemukan saja. Sehingga, ia meyakini dengan penerapan ilmu pengetahuan modern dalam dunia peternakan, jumlah 300 ekor ini akan bisa berkembang dengan cepat.

“Konsep ini sudah banyak diterapkan di daerah-daerah lain dan sukses. Saya yakin dengan etos kerja masyarakat Bendung dan ditambah dengan pengetahuan-pengetahuan baru di bidang peternakan, di sini akan lebih sukses,” lanjut Lazarus.

Salah satu yang membuatnya bahagia adalah keberhasilannya menggandeng UnDip Semarang dalam pendampingan terhadap peternakan domba Bendung. Saat ini sudah ada kesepakatan antara Pemkal Bendung dengan UnDip terkait kerjasama ini. Nantinya, para peneliti hingga mahasiswa akan terjun langsung dalam membantu maupun mengedukasi masyarakat dalam hal teknis peternakan domba modern.

Berita Lainnya  Tinjau Pelaksanaan Vaksin, Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Gunungkidul

“Kebetulan saya kan juga alumni Undip dan pada akhirnya dengan koneksi yang ada bisa menggandeng mereka,” beber dia.

Ditemui saat cek lokasi lahan pembangunan peternakan domba Bendung, perwakilan dari Undip, Heni menuturkan, pihaknya melihat potensi besar sektor peternakan domba di Kalurahan Bendung. Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip sendiri disebutnya sangat berpengalaman dalam memberikan pendampingan serta pengajaran pemeliharan ternak agar bisa berkembang secara maksimal. Konsep serupa telah berhasil diterapkan di beberapa wilayah dengan tingkat kesuksesan yang sangat besar.

“Kita pernah di Jepara dan terhitung sukses. Konsep semacam ini juga cocok untuk dilaksanakan di Sleman,” ujar Heni.

“Kita akan kirimkan dosen hingga mahasiswa untuk turut berperan serta di sini. Ini adalah bentuk pengabdian Undip bagi masyarakat. Ini tadi langsung pak Wakil Dekan yang menjalin kesepakatan kerja sama ini,” tandas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler