Connect with us

Politik

Politik Uang Jadi Prioritas Utama Pengawasan Panitia Pilkades Desa Jetis

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Gunungkidul bakal digelar serentak pada 13 Oktober 2018 mendatang. Sebanyak 30 desa di Gunungkidul akan berpartisipasi dalam hajatan pesta demokrasi ini. Meski berlevel di tingkat pedesaan, akan tetapi justru momen Pilkades ini cukup rawan gesekan di masyarakat. Sedikit saja masalah ataupun kontroversi, dikhawatirkan bisa memancing kericuhan di kalangan warga.

Salah satu yang akan menggelar Pilkades serentak adalah Desa Jetis, Kecamatan Saptosari. Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Subekti Asih mengaku bahwa pihaknya telah siap dalam menyelenggarakan Pilkades serentak.

Sejumlah tahapan telah dilalui pihaknya mulai dari penjaringan bakal calon, penetapan calon hingga pengambilan nomor urut calon. Di Jetis sendiri terdapat dua calon yang nantinya siap bersaing untuk merebut kursi kepala desa.

“Ada pak Sulatip dan Agus Susanto yang menjadi calon kades di Jetis,” kata dia, Kamis (06/09/2018).

Berita Lainnya  Puluhan Baliho Kaesang dan PSI di Jalan Wonosari Dirusak Orang Tak Dikenal

Subekti menegaskan, pihaknya sangat berkomitmen dalam menyelenggarakan Pilkades yang berkualitas. Ia berpendapat bahwa dengan Pilkades yang berkualitas, maka nantinya akan lahir pemimpin yang baik yang pada akhirnya bermuara kepada optimalnya pembangunan di Desa Jetis.

Dengan fanatisme yang cukup besar, Subekti mengakui bahwa masalah kecil saja dalam Pilkades bisa memancing konflik di masyarakat.

“Seperti misalnya terkait dengan politik uang. Ini sangat kita awasi karena dampaknya bisa sangat luas,” tandas dia.

Selain memicu konflik, menurut Subekti untuk politik uang ini juga akan menimbulkan dampak panjang dalam pemerintahan. Adanya politik uang yang berakibat pada tingginya cost politik tentunya akan membuat Kepala Desa terpilih tidak bisa bekerja dengan maksimal.

Berita Lainnya  Ribuan Bayi di Gunungkidul Masih Alami Kekurangan Gizi

Di Desa Jetis sendiri untuk sementara masih belum ada indikasi praktik politik uang. Meski demikian, ia tidak akan mengendurkan pengawasan. Panitia Pilkades Saptosari bahkan telah sepakat untuk memproses secara serius bilamana nantinya ditemukan praktik ini.

“Untuk prosesnya nanti kita langsung serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Kita hanya mengawal saja,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolsek Saptosari, AKP Wijayadi mengaku siap mengamankan pilkades di wilayah Saptosari. Adapun tahun ini di Kecamatan Saptosari, ada empat desa yang menyelenggarakan pilkades serentak yaitu Desa Monggol, Jetis, Kepek dan Kanigoro.

“Kita sudah deklarasi damai di masing-masing desa. Semua sepakat damai,” kata Kapolsek.

Kapolsek dengan tegas siap menindak bila terjadi pelanggaran kampanye sesuai undang-undang yang berlaku. Selain itu antisipasi juga dilakukan pihaknya dengan memberikan pemahaman secara langsung kepada masyarakat.

Berita Lainnya  Surat Edaran Turun, Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Ditunda Pelaksanaannya

“Saya secara langsung menyampaikan pesan untuk menyambut pilkades dengan suasana damai. Setiap hari saya datangi masjid entah itu subuh berjamaah atau bagaimana saya sampaikan di situ,” terang dia.

Terkait kerawanan pilkades , Wijayadi menyebut wilayah Monggol menjadi paling rawan. Pasalnya di lokasi tersebut bakal terjadi pilkades dengan calon yang sama dengan pilkades sebelumnya.

“Sudah saya laporkan ke pimpinan (Kapolres) di sana memang rawan tapi saya yakin semua akan kondusif,” imbuh dia.

Polsek sendiri mengaku siap jika nantinya ada kasus yang perlu ditangani. Personel di Polsek Saptosari menyatakan sanggup dan mampu menangani kasus yang ada.

“Dengan tegas akan saya tindak, saya tidak peduli siapanya. Penyidik kita sangat mampu,” tegas Kapolsek.

 

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler