Politik
Pos Polisi Penuh Terpasang Atribut Kampanye, Timses Calon Kades Siraman Kena Semprit
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) Siraman menegur tim sukses dari kubu calon Kepala Desa Siraman, Harmanto. Pasalnya tim sukses calon nomor urut 4 tersebut kedapatan memasang atribut kampanye di tempat yang terlarang. Tak tanggung-tanggung, pos polisi menjadi lokasi pelanggaran. Pos polisi yang terletak di Pos Perempatan Tegalsari itu dipenuhi dengan atribut Hermanto. Setelah diberikan teguran, para anggota timses kemudian diperintahkan untuk mencopoti atribut kampanye tersebut.
Ketua Panitia Pilkades Siraman, Tunggono mengatakan tim sukses dari kubu Harmanto dianggap telah melakukan pelanggaran kampanye. Di mana tim memasang alat peraga kampanye di sebuah pos polisi. Padahal dalam peraturan sudah ditegaskan bahwasanya pos polisi merupakan bangunan milik pemerintah/instansi yang dilarang untuk dipasangi APK. Menindaklanjuti hal tersebut, panitia Pilkades lantas melakukan pemanggilan terhadap tim sukses dari kubu Harmanto.
Pertemuan dilakukan oleh sejumlah tokoh, mulai dari perangkat desa, panitia penyelenggara dan aparat kepolisian. Tidak ada sanksi yang diberlakukan, hanya berupa teguran dan meminta untuk melakukan pencopotan atribut yang sekiranya mengganggu dan melanggar. Dari tim sukses pun menyadari kesalahan yang dilakukan, sehingga dengan lapang dada mau mencopot atribut yang tertempel pada pos polisi.
“Ya kami mengetahui ada pelanggaran kemudian kami panggil tim suksesnya. Sudah kami berikan peringatan dan pada Minggu (07/10/2018) kemarin, atribut sudah dicopot,” kata Tunggono, Senin (08/10/2018).
Sejauh ini pihaknya belum menerima mengenai adanya pelanggaran lainnya yang ditemukan oleh panitia atau laporan masyarakat. Hingga saat ini memasuki masa kampanye Pilkades, meski terdapat 5 kandidat dalam Pilkades Siraman, namun demikian kondisi masih aman dan dapat dikendalikan. Tidak ada gejolak yang terindikasi oleh aparat penegak hukum maupun panitia pilkades.

Disinggung mengenai Desa Siraman yang masuk dalam kategori daerah rawan konflik, Tunggono membenarkan hal itu. Sehingga pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian, TNI dan Linmas jauh lebih diperketat daripada pilkades tahun 2013 lalu. Hal tersebut lantaran, satu dari kandidat kepala desa berasal dari organisasi kepemudaan yang memiliki masa cukup banyak. Sehingga pengamanan perlu diperketat untuk menetralisir keadaan.
Tunggono memaparkan, kala proses pendaftaran beberapa waktu lalu kandidat dari ormas tersebut dikawal oleh pasukan dari organisasinya yang begitu banyak, bukan hanya pemuda dari lingkup Siraman saja namun juga dari derah luar. Sehingga untuk mengantisipasi saat hari pencoblosan atau kampanye terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka perlu dilakukan perlakuan yang berbeda terutama dari segi pengamanan.
“Bukan maksud apa-apa hanya biar semuanya enak dan kondisi tetap adem ayem. Sejauh ini masih baik-baik saja, tidak terjadi gontok-gontokan atau satu sama lain saling melaporkan,” terangnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Siraman, Bripka Suryantana mengungkapkan jika pihaknya yang mendapati pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu kubu calon kepala desa. Lantaran APK terpasang di pos polisi yang notabene merupakan tanggung jawabnya, ia langsung berinisiatif untuk menggelar proses mediasi terkait hal tersebut.
“Sudah kami kondisikan. Kemarin kami dampingi pelepasan gambar foto salah satu kandidat itu,” ucap Bripka Suryantana.
Adapun ia juga menekankan pada tim sukses jika tempat ibadah, sekolah atau bangunan pemerintahan dilarang digunakan untuk melakukan kampanye. Pasalnya sesuai aturan hal itu melanggar ketentuan yang ada. Ia berharap agar nantinya seluruh tim sukses bisa menaati peraturan yang ada sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Dengan saling menaati peraturan, maka kondisi Desa Siraman bisa tetap aman dan terkendali.
“Sudah aman. Intinya polisi siap dan komitmen dalam gelaran pilkades ini. Biar semua aman dan terkendali,” pungkasnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
