fbpx
Connect with us

Sosial

Potret Warga Menempuh Bahaya Lalui Jalur di Tengah Banjir

Diterbitkan

pada

BDG

Playen, (pidjar.com)–Warga Padukuhan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoca, Kapanewon Playen, selama ini mengalami kesulitan dalam akses jalan. Akses utama yang diandalkan warga setempat untuk bermobilitas tak jarang terbanjiri aliran sungai. Sehingga warga harus menempuh bahaya untuk melalui jalan tersebut. Tak hanya sekali ini saja terjadi, peristiwa serupa bahkan bisa puluhan kali terulang dalam kurun waktu satu tahun.

Lurah Banyusoca, Daman Huri, menyampaikan, di kawasan tersebut terdapat dua akses jalan masuk dan keluar di Padukuhan Kedungwanglu. Keduanya sama-sama harus menyeberangi sungai. Untuk kondisi normal, ketika tak ada hujan deras dan arus sungai landai, jalur tersebut cukup aman dan nyaman dilalui masyarakat. Namun ketika terjadi hujan deras, dua jalan tersebut akan tertutup arus sungai dan terkadang tidak bisa dilewati oleh warga. Jikapun warga nekat, tentu akan sangat berbahaya lantaran pengguna jalan berpotensi terseret arus yang deras.

Berita Lainnya  Semarak Rasulan Berakhir, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Turun

“Kejadian seperti itu sudah sejak dulu, tidak hanya sekali ini saja terjadi,” ucap Damanhuri, Jumat (03/05/2022).

Di Padukuhan Kedungwanglu sendiri terdapat 7 RT. Ketika banjir terjadi, menyebabkan 5 RT dan 90 kepala keluarga terisolir karena tidak bisa keluar dari Padukuhan Kedungwanglu. Dalam 20 hari terakhir, ia mengatakan jika jalan yang dilewati sering mengalami banjir dan bahkan tidak bisa dilewati oleh warga untuk beraktifitas. Tak jarang pihaknya menurunkan petugas untuk melakukan pengawasan agar warga tidak nekat melalui jalur tersebut karena memang sangat berbahaya.

“Setahun bisa 15 sampai 20 kali banjirnya, tergantung intensitas hujan yang turun. Sehingga untuk beraktifitas warga harus menunggu sampai airnya surut,” imbuhnya.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kalurahan Banyusoca sudah beberapa kali mengajukan bantuan program kepada pemerintah. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari instansi terkait.

Berita Lainnya  Deklarasi Revolusi Mental, Puluhan Warga Gedangsari Ramai-ramai Mundur Dari PKH

“Sebenarnya sudah beberapa kali mengajukan dan sudah disurvei, tapi belum ada tindak lanjut,” terang dia.

Sementara itu, warga Padukuhan Kedungwanglu, Ahyari, mengungkapkan jika saat hujan deras turun otomatis akan membuat jalan tidak bisa dilewati. Seperti yang terjadi pada beberapa hari terakhir ini, hujan deras sering turun yang membuat arus sungai meluap. Selama beberapa waktu, warga terisolir dan harus menunggu air surut.

“Kalau aliran sungai pas besar melampaui satu meter itu sudah tidak bisa dilewati, kemarin banjir dan sempat surut. Tadi malam juga hujan dan pagi ini banjir lagi mulai surut,” jelas Damanhuri.

Menurutnya, ketika banjir melanda, warga harus menunggu sekitar tiga jam terlebih dahulu. Itupun bahkan jika air belum surut, warga juga hanya bisa pasrah tak bisa beraktifitas. Ia berharap agar akses jalan masuk dan keluar Padukuhan Kedungwanglu dapat segera diperbaiki sehingga memudahkan warga dalam beraktifitas.

Berita Lainnya  Puluhan Kasus TBC Terus Ditemukan, Dinas Minta Penderita Tak Sepelekan Pengobatan

“Sekarang untuk bertukar informasi wilayah yang hujan melalui jaringan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Gunungkidul, supaya bisa segera tahu kalau wilayah atas hujan dan bisa memperingatkan warga,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler