Sosial
Potret Warga Menempuh Bahaya Lalui Jalur di Tengah Banjir
Playen, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Warga Padukuhan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoca, Kapanewon Playen, selama ini mengalami kesulitan dalam akses jalan. Akses utama yang diandalkan warga setempat untuk bermobilitas tak jarang terbanjiri aliran sungai. Sehingga warga harus menempuh bahaya untuk melalui jalan tersebut. Tak hanya sekali ini saja terjadi, peristiwa serupa bahkan bisa puluhan kali terulang dalam kurun waktu satu tahun.
Lurah Banyusoca, Daman Huri, menyampaikan, di kawasan tersebut terdapat dua akses jalan masuk dan keluar di Padukuhan Kedungwanglu. Keduanya sama-sama harus menyeberangi sungai. Untuk kondisi normal, ketika tak ada hujan deras dan arus sungai landai, jalur tersebut cukup aman dan nyaman dilalui masyarakat. Namun ketika terjadi hujan deras, dua jalan tersebut akan tertutup arus sungai dan terkadang tidak bisa dilewati oleh warga. Jikapun warga nekat, tentu akan sangat berbahaya lantaran pengguna jalan berpotensi terseret arus yang deras.
“Kejadian seperti itu sudah sejak dulu, tidak hanya sekali ini saja terjadi,” ucap Damanhuri, Jumat (03/05/2022).
Di Padukuhan Kedungwanglu sendiri terdapat 7 RT. Ketika banjir terjadi, menyebabkan 5 RT dan 90 kepala keluarga terisolir karena tidak bisa keluar dari Padukuhan Kedungwanglu. Dalam 20 hari terakhir, ia mengatakan jika jalan yang dilewati sering mengalami banjir dan bahkan tidak bisa dilewati oleh warga untuk beraktifitas. Tak jarang pihaknya menurunkan petugas untuk melakukan pengawasan agar warga tidak nekat melalui jalur tersebut karena memang sangat berbahaya.
“Setahun bisa 15 sampai 20 kali banjirnya, tergantung intensitas hujan yang turun. Sehingga untuk beraktifitas warga harus menunggu sampai airnya surut,” imbuhnya.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kalurahan Banyusoca sudah beberapa kali mengajukan bantuan program kepada pemerintah. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari instansi terkait.
“Sebenarnya sudah beberapa kali mengajukan dan sudah disurvei, tapi belum ada tindak lanjut,” terang dia.
Sementara itu, warga Padukuhan Kedungwanglu, Ahyari, mengungkapkan jika saat hujan deras turun otomatis akan membuat jalan tidak bisa dilewati. Seperti yang terjadi pada beberapa hari terakhir ini, hujan deras sering turun yang membuat arus sungai meluap. Selama beberapa waktu, warga terisolir dan harus menunggu air surut.
“Kalau aliran sungai pas besar melampaui satu meter itu sudah tidak bisa dilewati, kemarin banjir dan sempat surut. Tadi malam juga hujan dan pagi ini banjir lagi mulai surut,” jelas Damanhuri.
Menurutnya, ketika banjir melanda, warga harus menunggu sekitar tiga jam terlebih dahulu. Itupun bahkan jika air belum surut, warga juga hanya bisa pasrah tak bisa beraktifitas. Ia berharap agar akses jalan masuk dan keluar Padukuhan Kedungwanglu dapat segera diperbaiki sehingga memudahkan warga dalam beraktifitas.
“Sekarang untuk bertukar informasi wilayah yang hujan melalui jaringan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Gunungkidul, supaya bisa segera tahu kalau wilayah atas hujan dan bisa memperingatkan warga,” tutupnya.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized22 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
