Pariwisata
PPKM Level 3 Kembali Diperpanjang 2 Minggu, Bagaimana Nasib Obyek Wisata Gunungkidul?
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri resmi memperpanjang masa PPKM berlevel di wilayah Jawa – Bali. Kebijakan terbaru Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 47 tahun 2021, menuliskan bahwa Provinsi DIY termasuk di dalamnya Kabupaten Gunungkidul masih berada di level 3. Perpanjangan PPKM Level 3 di wilayah DIY sendiri berlaku hingga 18 Oktober 2021 mendatang.
Masih berlakunya level 3 di Gunungkidul tak membuat banyak perubahan pelonggaran seperti sebelumnya. Misalnya saja pada sektor pariwisata di mana meskipun pengelola objek wisata sudah mengantongi serrtifikat CHSE dan QR Code aplikasi PeduliLindungi namun keputusan pembukaannya masih berada di tangan pemerintah pusat.
Dalam perkembangan penularan dan kasus aktif covid19, merujuk pada data harian Dinas Kesehatan Gunungkidul kini kasus aktif covid19 menyisakan sejumlah 100 kasus aktif dalam perawatan. Pada hari Senin (04/10/2021) kemarin, hanya ditemukan 2 kasus penularan, sedangkan pada 1 Oktober 2021 lalu hanya terjadi 1 penularan.
Dengan masih berada di PPKM level 3, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, mengungkapkan jika hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi perihal akan dilakukannya uji coba pembukaan di kawasan wisata Gunungkidul. Diketahui sebelumnya jika 20 objek wisata sudah mengantongi QR Code aplikasi PeduliLindungi dan sebagian besar objek wisata sedang mengurus sertifikasi CHSE.
“Masih belum ada informasi terkait uji coba pembukaan tempat wisata di Gunungkidul,” beber Harry, Selasa (05/10/2021).

Harry mengaku, dengan belum adanya instruksi dari pemerintah pusat, pihaknya masih akan terus menutup obyek-obyek wisata di Gunungkidul. Tak ada yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul lantaran keputusan pembukaan obyek wisata berada di tangan Kemenparkraf.
“Selama belum ada keputusan dari kementrian, obyek wisata Gunungkidul tetap ditutup,” lanjutnya.
Sementara itu, pengelola Pantai Watulumbung yang berada di Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, Jarno, mengungkapkan jika kelompoknya pada hari Sabtu (02/10/2021) lalu menerima tamu dari Kementerian Pariwisata dan Ekononomi Kreatif dalam rangka proses verifikasi sertifikasi CHSE di Pantai Watulumbung. Dalam penilaiannya yang dilakukan oleh tim verivikator, Jarno menyampaikan jika pihaknya sudah menyiapkan Pantai Watulumbung agar nantinya bisa sesuai dengan standar sertifikasi yang telah ditentukan.
“Proses berjalan lancar mas, hasil dari tim Kementerian memuaskan, kami masih menunggu untuk sertifikat CHSE semoga segera diperoleh,” ucap Jarno.
Jarno menambahkan, proses dari pengajuan hingga tim verifikator datang terbilang cukup cepat. Pasalnya ia mengajukan sertifikasi pada tanggal 27 September 2021 lalu. Kemudian tanggal 29 September 2021 sudah disetujui untuk diverifikasi.
“Kalau terkait QR Code aplikasi peduli lindungi masih dalam proses pengadaan, kendalanya mungkin jaringan sinyal di lokasi yang susah. Untuk solusinya kami serahkan ke dinas terkait,” jelasnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized5 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
