fbpx
Connect with us

Sosial

Protes Pekerja Bangunan Terkait Tunggakan Upah 8 Bulan, PT Woonel: Ini Salah Sasaran

Diterbitkan

pada tanggal

Semin,(pidjar.com)–Polemik upah pekerja yang belum dibayarkan oleh pihak PT Woonel Midas terus bergulir. Secercah harapan didapat oleh para buruh bangunan yang kesal setelah upah yang diperkirakan senilai ratusan juta rupiah hasil jerih payah mereka tak kunjung terbayarkan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puluhan pekerja yang membangun gedung pabrik di perusahaan yang berlokasi di Padukuhan Bangunsari, Desa Candirejo, Kecamatan Semin menggelar aksi protes. Para pekerja yang sebagian besar merupakan warga setempat tersebut, selama 8 bulan terakhir tak diupah oleh pihak rekanan yang mendapatkan tender pembangunan pabrik.

Perwakilan dari PT Woonel Midas Leather, Udin mengungkapkan, pihaknya menghargai upaya penuntutan hak yang dilakukan oleh para pekerja proyek. Namun demikian, ia memberikan catatan bahwa protes yang dilayangkan kepada PT Woonel Midas Leather itu salah sasaran. Pasalnya, sesuai dengan tahapan dan proses awalny dari pihak PT Woonel Midas telah menyerahkan sepenuhnya pembangunan gedung ini, termasuk dalam hal ini upah para pekerja bangunan ke PT Coin, yang ditunjuk untuk melaksanakan proses pembangunan.

Berita Lainnya  Beri Bantuan Korban Kekeringan, Mayor Sunaryanta Siapkan 600 Tangki Air

“Proses pembangunan ini memang kami tenderkan kepada pihak ketiga,” tutur Udin, Jumat (08/11/2019) siang.

Meski begitu, Udin menegaskan bahwa perusahaannya tidak akan lepas tanggung jawab. Ia berjanji akan menjembatani penuntutan hak para pekerja tersebut.

“Kita ingin semuanya lancar,” katanya.

Menurutnya, koordinasi telah dilakukan dari pihak PT Woonel dan pekerja. Dalam mediasi ini, kedua pihak telah menandatangani kesepakatan terkait pembayaran upah yang tertunggak. Pihaknya meminta waktu selama satu bulan lamanya dalam penyelesaian tunggakan ini. Ia bahkan berani memberikan jaminan, jika nantinya belum juga dibayarkan oleh pihak rekanan, pembayaran akan dilakukan oleh pihak Woonel.

“Awal itu sudah dibayarkan ke PT Coin karena perusahaan ini yang memenangkan terder proyek pembangunan. Jadi ini salah sasaran saja untuk protesnya. Tapi yang jelas, nanti kami siap bagaimananya,” tutupnya.

Sementara itu, Dukuh Bangunsari, Desa Candirejo, Darus membenarkan telah dilakukannya proses mediasi antara perwakilan pekerja dengan PT Woneel Midas dan PT Coin. Adapun tuntuan dari pekerja sendiri yakni seluruh upah yang belum dibayarkan diminta oleh pekerja segera dilunasi dalam waktu dekat. Menurut Darus, total dari tunggakan upah pekerjaan selama 8 bulan terhadap sebanyak 30 pekerja adalah Rp 411 juta.

Berita Lainnya  Diusulkan 5 Titik, Pembangunan Pos Pembantu Unit Pemadam Kebakaran Hingga Kini Masih Gelap

Meski begitu, para pekerja merasa bahwa tenggang waktu selama 1 bulan itu terlalu lama. Pihaknya menuntut, dalam 1 hingga 2 minggu ke depan, proses pelunasan sudah harus selesai dilakukan.

“Kemarin sudah ada koordinasi dengan pihak berangkutan mulai ada titik terang. Tapi ya itu tadi, pekerja minta waktu secepatnya,” keluh Darus.

Adanya permasalahan belum dibayarnya upah pekerja ini memang berdampak pada pembangunan gedung. Pasalnya, sejumlah pekerja yang merasa keberatan lantaran adanya ketidakberesan dalam sistem pengupahan sempat ada yang berhenti. Sementara yang masih bertahan juga kebingungan dalam mencari nafkah bagi keluarga mereka.

“Yang sudah berhenti ini ada beberapa yang harus mencari pekerjaan di luar daerah dan ada pula yang bertani meski kurang begitu menghasilkan. Mereka memang mengharapkan pembayaran upah hasil jerih payah ini,” lanjut dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler