fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Proyek Jalan Anyar Rusak Parah, Lurah Sebut Karena Air Hujan

Published

on

Saptosari,(pidjar.com)–Beberapa waktu lalu, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari pemerintah senilai 80 juta rupiah. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membangun jalan lingkungan di Padukuhan Gebang dengan panjang 300 meter. Namun, baru sebulan sejak selesai dikerjakan, kondisi jalan aspal saat ini sudah rusak. Di satu titik sepanjang 10 meter, aspal bahkan mengelupas secara keseluruhan dan tinggal menyisakan bekas jalan sebelumnya berupa jalan corblok. Hujan deras serta ketiadaan saluran air dituding menjadi penyebab kerusakan jalan aspal anyar bantuan pemerintah itu.

Lurah Kanigoro, Suroso mengatakan, dana BKK untuk wilayahnya tersebut bersumber dari aspirasi salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul. Lantaran nilainya kurang dari 200 juta, maka program tersebut kemudian dikerjakan oleh pemerintah kalurahan.

“Karena nilainya hanya Rp 80 juta, maka dikerjakan oleh pemerintah kalurahan. Kemudian dirancang pembangunan jalan dengan panjang sekitar 300 meter dan untuk lebarnya ada yang 2,5 meter dan ada yang 3 meter,” ucap Suroso, Selasa (26/01/2020).

Ia menambahkan, secara teknis desain pengerjaan telah dikonsuktasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul. Semula, proyek tersebut ingin ditunda pengerjaannya karena cuaca yang kerap hujan deras. Namun kemudian, atas beberapa pertimbangan, pembangunan akhirnya tetap dilanjutkan.

“Setelah dikerjakan selesai, benar malamnya hujan deras, aspal langsung terkelupas,” kelit dia.

Pantauan pidjar.com, pada jalan sepanjang 300 meter tersebut memang terlihat anyar dengan aspal dan pasir yang masih berada di lokasi. Kerusakan parah terjadi di satu titik dengan panjang 10 meter. Di lokasi jalan rusak terlihat lapisan aspal yang cukup tipis sehingga bahkan pondasi dasar berupa jalan cor blok sampai terlihat.

Menurut Suroso, kerusakan jalan yang terjadi ini dikarenakan selain hujan deras yang terjadi pasca pengerjaan, juga lantaran tidak adanya saluran air di sekitar badan jalan. Sehingga kemudian, seluruh air yang ada mengalir ke tengah jalan. Pasalnya jalan di sekitar badan jalan telah dibangun rumah penduduk.

“Seharusnya di sana ada aliran airnya. Karena kalau tidak ada saluran air, mau dibangun seperti apapun akan cepat rusak juga,” terang dia.

Atas kerusakan itu, pihaknya berencana melakukan perbaikan. Kendati demikian, saat ini Pemerintah Kalurahan Kanigoro tengah melakukan pendekatan agar warga di sekitar lokasi menyisihkan sedikit lahan untuk pembangunan saluran air.

“Saya sudah suruh tim untuk lakukan perbaikan. Tetapi juga butuh kesadaran warga sekitar agar adanya bantuan itu tidak sia-sia. Jika dibangun ada aliran airnya, maka akan awet,” terang dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler