fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Vaksinasi Mulai Kamis, Bupati dan Wakil Bupati Tak Dapat Jatah Vaksin

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kesehatan Gubungkidul langsung melakukan proses distribusi vaksin covid19 jenis Sinovac ke beberapa fasilitas layanan kesehatan di Gunungkidul pada Selasa (26/01/2021) siang ini. Setelah terdistribusikan secara merata, nantinya program vaksinasi akan resmi mulai dilakukan pada 28 Januari 2021 mendatang. Di Gunungkidul sendiri, sejumlah pejabat teras diantaranya Sekda, Kapolres, Dandim, hingga Direktur RSUD Wonosari akan menjadi orang pertama yang divaksin. Untuk Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul sendiri tidak akan mendapatkan vaksin lantaran faktor usia.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Aziz mengatakan kick off vaksinasi covid19 akan dilakukan pada 28 Januari 2021. Menurut Abdul Aziz, ada 10 pejabat teras di lingkungan Pemkab Gunungkidul maupun TNI dan Polri yang akan mendapatkan penyuntikan vaksin perdana. Sekda Gunungkidul, Drajad Ruswandono akan menjadi yang pertama diberikan vaksin.

Kemudian tokoh yang mendapatkan vaksin lainnya adalah Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiawan, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto, Kepala Kemenag Gunungkidul Arief Gunadi, Dwi Wahyu Prasetya dari kalangan pemuka agama, Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyawati, Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty, Kepala UPT Puskesmas Gunungkidul Usmanto, dan kemudian yang terakhir Panewu Playen Muh. Setyawan Indriyanto.

Nantinya 10 pejabat tersebut akan mewakili dan sekaligus juga menandai vaksinasi covid19 Gunungkidul telah dimulai. Pelaksanaan vaksinasi akan menunggu kepastian masing-masing faskes diterima 100 persen.

“Untuk Bupati dan Wakil Bupati tidak divaksin karena usianya sudah lebih dari 59 tahun,” kata Abdul Azis, Selasa (26/01/2021).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pemerintah sendiri mulai mendistribusikan vaksin jenis Sinovac ini ke sejumlah fasilitas kesehatan. Hari Selasa ini, vaksin covid19 didistribusikan ke RSUD Wonosari, Puskesmas Wonosari 2, Puskesmas Karangmojo 1, RS Panti Rahayu, dan Puskesmas Ponjong 1. Hal ini memang lantaran, pada tahapan awal ini, vaksin akan menyasar kepada para petugas kesehatan.

Untuk penyaluran vaksin tahap pertama sesi pertama ini akan dilakukan sekitar 10 hari ke depan. Kemudian akan dilanjutkan penyaluran pada sesi kedua. Diperkirakan distribusi dan vaksinasi untuk ribuan tenaga medis ini akan selesai pada akhir Februari.

“Iya nanti tergantung faskes mana yang sudah menerima vaksin kemudian langsung diselenggarakan vaksinasi,” sambungnya.

Proses penyaluran vaksin sendiri dikawal ketat oleh pihak kepolisian. Pemerintah memastikan dan menjamin keamanan atas vaksin covid19 ini. Kestabilan suhu juga tetap dijaga di mana untuk mobil yang digunakan distribusi juga menggunakan mobil khusus yang ada pendingin vaksinnya.

Sebagaimana diketahui, pada tahap pertama ini, ada 5.544 dosis vaksin yang diterima oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul dari Pemda DIY. Dosis ini akan digunakan untuk vaksinasi tenaga medis. Berdasarkan data, total ada 3.004 tenaga medis menjadi penerima vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, berdasarkan sistem, ada beberapa orang yang dikeluarkan secara otomatis karena tenaga medis yang bersangkutan sudah pernah terpapar covid19. Selain itu, tenaga medis yang usianya lebih dari 59 tahun juga otomatis tercoret. Selain itu, kalangan yang tidak akan divaksin adalah yang memiliki komorbid serta ibu hamil dan menyusui.

“Atas pertimbangan itulah kemudian Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul kemudian diputuskan untuk tidak mendapatkan vaksin,” ucap Dewi beberapa waktu lalu.

Pemerintah menargetkan, sebanyak 70 persen masyarakat Gunungkidul akan bisa tersasar vaksin covid19 selama kurun waktu setahun terakhir ini. Untuk vaksinasi kali ini, pemerintah telah menyiapkan 80 tenaga kesehatan untuk menyuntikkan vaksin ke penerima.

“Ada 80an petugas yang sudah kami beri pelatihan,” ucap Dewi.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler