fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Proyek Pembangunan DAK Senilai Puluhan Miliar Ditunda Pelaksanaannya

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pandemi Corona yang saat ini terus meluas di berbagai daerah berimbas pada pelaksanaan proyek pembangunan fisik pemerintah. Sejumlah proyek pembangunan yang menggunakan Dana Alokasi Khusus terpaksa ditunda untuk sementara waktu. Keputusan penundaan sendiri merupakan tindak lanjut dari surat edaran dari Menteri Keuangan yang berkaitan dengan penundaan pengadaan barang dan jasa. Di Gunungkidul sendiri, ada puluhan proyek pembangunan yang tertunda demi penanganan Cobid 19 ini.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Bappeda Gunungkidul, Bambang Riyanto mengatakan ada sejumlah proyek pembangunan di Gunungkidul yang ditunda pelaksanaannya karena kondisi yang sekarang ini. DAK yang diperoleh bumi handayani semula mencapai 141 miliar rupiah. Dari jumlah tersebut, anggaran pembangunan sebanyak 59,1 miliar urung dieksekusi.

“Hanya bidang kesehatan dan pendidikan yang masih tetap berjalan. Untuk bidang kesehatan 14 miliar lebih tetap berjalan,”kata Bambang Riyanto.

Sementara untuk bidang prndidikan DAK yang berjalan sebesar 68,2 miliar rupiah yang tetap digunakan untuk pemenuhan pendidikan di Gunungkidul. Sebenarnya untuk bidang pendidikan, DAK yang diterima mencapai 78,2 miliar rupiah, namun untuk pembangunan gedung perpustakaan senilai 10 miliar rupiah diputuskan ditunda karena berkaitan dengan pembangunan fisik.

Berita Lainnya  Belasan Kambing Mati Diserang Hewan Liar Dalam Sebulan Terakhir, Dinas Keluarkan Surat Edaran

Adapun anggaran 59,1 miliar rupiah yang ditunda meliputi pembangunan jalan, perumahan pemukiman, sanitasi, sosial, irigasi, perikanan, pariwisata, air minum, lingkungan hidup dan kehutanan serta beberapa bidang lainnya.

“Prosesnya ditunda sementara waktu karena sesuai dengan surat edaran. Untuk sekarang ini masih dalam proses pencermatan di bidang BKAD berkaitan dengan regulasinya bagaimana,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah sekarang ini juga tengah membahas berkaitan dengan pemulihan kondisi ekonomi dan jaringan sosial. Adapun Pemkab Gunungkidul juga berupaya memberikan edukasi pada masyarakat berkaitan pemerintah sekarang ini sedang berjuang melawan covid 19 yang membutuhkan anggaran yang sangat besar.

“Masyarakat harus memahami betul jika kondisi sekarang ini membutuhkan penanganan yang serius. Di kalangan masyarakat juga harus ikut andil dalam pencegahan mandiri,” papar Bambang.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP), Wadiyana memaparkan bahwa pihaknya telah mendapat informasi perihal penghentian DAK fisik itu. Salah satu dampak dari penundaan atau penghentian adalah rencana pembangunan lanjutan jalur Kepek-Ngrenehan.

Berita Lainnya  Temukan Ada Upaya Pungutan, Dinas Minta SMP N 2 Playen Batalkan Pungut Sumbangan Kepada Wali Murid

“Tahun ini jalan tersebut ditargetkan selesai, dari DAK sendiri dapat 23 miliar rupiah dan ada tambahan anggaran dari pemkab, tapi karena ada penundaan proyek maka tidak berjalan sesuai dengan rancangan yang ada,” tambahnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler