fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Puluhan Orang Pasien Covid19 Meninggal Dunia Selama Februari Ini

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Gelombang kedua penularan covid19 di Gunungkidul sejak bulan Februari 2022 ini terus mengalami kenaikan. Hingga sebulan berselang, situasi masih belum bisa kondusif. Penularan yang terjadi masih sangat tinggi. Saat ini, kasus aktif di Gunungkidul sendiri telah mencapai lebih dari 1500 orang. Dari jumlah kasus tersebut, puluhan orang harus dirawat di rumah sakit lantaran mengalami gejala sedang hingga berat.

Yang cukup memprihatinkan, selama bulan Februari lalu, puluhan orang pasien covid19 diketahui meninggal dunia. Bahkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, dalam 9 hari ini, secara berturut-turut terdapat pasien covid19 yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menuturkan, pada Februari 2022 ini, pihaknya mencatat ada 24 orang warga Gunungkidul yang meninggal dunia. Sebagian besar dari pasien covid19 yang meninggal dunia ini merupakan kalangan lansia dan memiliki komorbid, atau penyakit penyerta. Ditambahkannya, para pasien positif yang meninggal dunia ini rata-rata lantaran penyakit penyerta yang dimilikinya, belum bisa mendapatkan vaksin.

Berita Lainnya  Bupati Janjikan Hadiah Bagi Lurah Yang Berhasil Terapkan Protokol Kesehatan di Wilayahnya

Sementara pada awal bulan Maret ini, berdasarkan data terakhir pada tanggal 2 Maret 2022, tercatat sudah ada 6 orang pasien yang meninggal dunia. Dengan rincian pada 1 Maret 2022 terdapat 4 orang meninggal dunia, sementara pada 2 Maret 2022 terdapat 2 orang pasien positif yang meninggal dunia.

“Untuk pasien yang meninggal, hampir seluruhnya memang memiliki penyakit penyerta,” papar Dewi, Kamis (03/03/2022).

Adapun untuk penambahan kasus harian di Gunungkidul sendiri disebut Dewi masih cukup tinggi. Namun sejak beberapa waktu terakhir ini, juga diikuti dengan tingkat kesembuhan para pasien yang juga mulai meninggi. Seperti misalnya pada Selasa (01/03/2022) lalu, terdapat penambahan 119 kasus positif harian. Namun pada hari itu juga, terdapat 70 pasien positif yang telah dinyatakan sembuh. Sementara pada Rabu (02/03/2022) kemarin, terdapat penambahan hingga 244 pasien positif. Ditambahkan Dewi, pada hari Rabu juga terdapat 132 pasien positif yang dinyatakan sembuh.

“Untuk jumlah kasus aktif berdasarkan data terakhir yang masuk, ada 1.588 orang pasien,” bebernya.

Dengan trend yang terus mengalami peningkatan seperti ini, diduga bahwa di Gunungkidul sendiri telah terjadi penularan varian omicron. Dia jelaskan lebih lanjut, karakter varian omicron ini, meski relatif lebih ringan gejalanya dibandingkan dengan varian delta yang merebak beberapa waktu silam, namun jika menjangkiti lansia, komorbid dan orang yang belum vaksin, memiliki bahaya yang sama.

Berita Lainnya  Jalur Tleseh Kembali Gelap Gulita Lantaran Sejumlah LPJU Rusak, Dishub Gunungkidul Berencana Ambil Alih Perbaikan

“Saat ini ada 74 orang pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit,” lanjut Dewi.

Berkaitan dengan terus meningginya jumlah kasus harian, Dewi menyebut bahwa saat ini pihaknya terus menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit. Saat ini, total sudah ada 155 tempat tidur yang disediakan di sejumlah RS rujukan covid19 di Gunungkidul. Di Gunungkidul sendiri, ada 7 rumah sakit yang menjadi RS rujukan perawatan covid19 di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, 5 diantaranya merupakan rumah sakit swasta dan 2 diantaranya merupakan rumah sakit milik pemerintah.

“Kita juga monitor terus ketersediaan ICU di RS Gunungkidul,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler