fbpx
Connect with us

Pemerintahan

SDM Kurang Karena Tenaga Medis Bertumbangan, Dinas Kesehatan Usulkan Rekruitmen Relawan Kesehatan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Lonjakan kasus terkonfirmasi positif sejak 2 pekan terakhir hingga saat ini masih terus menujukkan angka yang cukup tinggi. Tenaga medis yang setiap harinya menangani dan merawat pasien dengan berbagai kondisi belakangan juga ikut bertumbangan. Tercatat saat ini ada 54 pegawai RSUD Wonosari yang terkonfirmasi positif covid19. Dengan kondisi ini, rumah sakit dan Puskesmas sangat membutuhkan penambahan tenaga kesehatan. Nantinya penambahan tenaga kesehatan ini akan mengambil skema relawan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pihaknya telah mengusulkan ke pimpinan dan OPD lain tentang kebutuhan tenaga medis dalam penanganan covid19 di Gunungkidul. Sebab saat ini di rumah sakit mengalami kekurangan tenaga medis untuk melakukan penanganan dan perawatan. hal ini sangatlah berdampak pada pelayanan maupun bidang lainnya.

“Rumah sakit dan puskesmas, khususnya RSUD Wonosari ini sangat membutuhkan tambahan SDM. Seperti yang diketahui, sampai dengan saat ini sudah ada 54 pegawai yang terpapar. Mereka ada yang isoman dan (dirawat) di sini. Jadi kalau tidak ditambah siapa yang akan bertanggung jawab,” ucap Dewi Irawaty, Selasa (29/06/2021).

Menurutnya penambahan tenaga kesehatan ini sudah dalam taraf urgent. Terlebih kasus terkonfirmasi positif di Gunungkidul yang kian meningkat dan belum ada trend penurunan. Situasi semakin sulit lantaran saat ini, kapasitas rumah sakit perawatan covid hampir penuh. Tenaga medis yang terus melakukan penanganan pun juga harus diperhatikan betul agar tidak semakin banyak yang berjatuhan ikut terpapar virus ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati. Menurutnya relawan medis ini sangatlah diperlukan. Pihaknya sangat mengharapkan adanya tindakan cepat dalam rekrutmen relawan yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga kemudian nantinya, dapat membantu dalam pelayanan.

“Kalau untuk penambahan ruangan sebenarnya di RSUD Wonosari masih bisa. Hanya saja untuk SDMnya yang sangat kurang. Jadi sangat perlu dilakukan penambahan,” ucap Heru.

Menurutnya, jika relawan ini bisa ditempatkan di pelayanan lainnya atau bisa juga ditempatkan dalam penanganan dan perawatan pasien covid19. Di RSUD sendiri ada lebih dari 600 pegawai baik dokter, perawat, pelayanan umum dan lainnya. Dari jumlah tersebut, saat ini ada 54 pegawai yang berkutat pada pelayanan dan penganan covid justru turut terpapar.

“Kita sudah usulkan, harapannya segera ditindak lanjuti,” imbuh dia.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul pemerintah akan segera melakukan percepatan rekrutmen relawan tenaga kesehatan. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan OPD lainnya, termasuk dengan teknis rekrutmen tersebut.

“Dulu ada beberapa pendaftar tenaga kesehatan di RSUD Wonosari. Mereka nanti akan kita panggil apakah bersedia menjadi relawan tenaga kesehatan atau tidak, jika mau ya langsung bertugas,” ucap Sunaryanta.

Pemerintah juga menyadari pada saat kondisi dan situasi seperti ini tidak mudah untuk mendapatkan relawan. Pihaknya memastikan nantinya akan ada yang namanya gaji atau uang saku bagi mereka yang mau menjadi relawan tenaga kesehatan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler