Sosial
Klaster Hajatan dan Terima Tamu Luar Daerah, Puluhan Warga Panggang Terpapar Corona
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kluster baru penularan virus corona terus berumunculan di Gunungkidul. Saat ini ada beberapa kluster besar yang terjadi sehingga pemerintah dan satgas yang ada di setiap wilayah harus bekerja dengan ekstra. Adapun kluster yang saat ini tengah menjadi fokus penanganan yaitu kluster hajatan di Kapanewon Panggang, Kluster Pondok Pesantren Playen, dan kluster tunangan di Kapanewon Karangmojo. Dari ketiga klaster ini, tercatat telah ada puluhan orang yang tertular covid19.
Lurah Girisekar, Sutarpan mengakui adanya klaster corona yang terjadi di wilayahnya. Untuk sementara, ada 24 warganya yang tertular virus corona. Namun demikian, untuk kondisi warganya sendiri cukup baik dan hanya menjalani isolasi mandiri. Adapun sebaran kasus covid19 di Girisekar sendiri berada di 2 padukuhan yaitu Padukuhan Warak dan Jeruken. Menurut Sutarpan, sejarah penularan di dua padukuhan tersebut berbeda.
Untuk di Padukuhan Jeruken, penularan berawal dari hajatan yang dihelat warga. Belum lama ini, salah seorang warga Padukuhan Jeruken mengadakan hajatan. Sesuai dengan adat istiadat setempat, warga maupun tetangga berbondong-bondong untuk ikut membantu hajatan tersebut.
“Ada cukup banyak warga yang rewang di hajatan tersebut, karena memang adat istiadat di sini seperti itu kalau ada warga yang punya gawe,” beber Sutarpan, Kamis (11/06/2021).
Penularan sendiri terjadi dari salah seorang warga yang rupanya tengah mengalami demam dan batuk. Warga tersebut tetap nekat datang dan membantu hajatan meski kondisinya sedang tak prima. Karena tak ada yang mengetahui kondisi warga tersebut, aktifitas maupun interaksi pun kemudian berjalan seperti biasa.

“Jadi salah satu perewangnya itu merupakan yang penglajon. Usai rewang, dia sempat periksa dan ternyata positif covid19,” lanjut dia.
Mengetahui ada warga yang terpapar covid, Satgas kemudian turun lapangan untuk melakukan tracing awal. Diketahui ada belasan hingga puluhan orang di lokasi hajatan yang sempat melakukan kontak langsung dengan yang bersangkutan. Saat diswab, ada 14 orang yang kemudian positif covid19.
“Akan kami tracing lagi dari 14 orang ini ini, tentu ada kemungkinan bertambah. Ini kita sedang lakukan koordinasi,” imbuhnya.
Sementara di Padukuhan Warak, belum lama ini ada warga yang menerima tamu saudaranya yang berasal dari Sleman. Ternyata, tamu tersebut mengalami gejala batuk dan demam. Saat diperiksa, yang bersangkutan juga positif covid19 sehingga kemudian tracing dilakukan.
“Yang di Warak kita swab 10 orang kemarin, hasilnya 9 orang positif covid19. Jadi total di wilayah kami ada 23 kasus baru dan 1 kasus lama, nanti tracing tetap akan kami lakukan,” jelas Sutarpan.
Selama 14 hari ke depan, para warga yang dinyatakan positif akan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pemerintah Kalurahan mengambil kebijakan dengan adanya kasus ini dalam waktu tersebut di wilayah Jeruken dan Warak tidak diperkenankan mengadakan kegiatan kemasyarakatan seperti hajatan ataupun lainnya.
“Tidak ada kegiatan kemasyarakatan yang diadakan di wilayah yang ada orang terpapar covid. Ini menjadi evaluasi dan fokus penanganan kita,” ungkapnya.
Disinggung mengenai penanganan, Sutarpan mengatakan jika mereka yang isolasi mandiri tetap mendapatkan pengawasan dari puskesmas dan satgas. Untuk logistik, pemerintah kalurahan juga menyalurkan bantuan sembako.
Sementara itu, Panewu Playen, Muhammad Setyawan menambahkan, di wilayahnya ada beberapa kluster yang muncul. Dimulai dari kluster pabrik tas kemudian muncul kluster di Kalurahan Dengok, dan saat ini yang terbaru muncul kluster pondok pesantren. Ia menjelaskan kluster pondok pesantren ini bermula ketika sejumlah santri putri mengeluhkan kehilangan indera penciumannya. Saat diperiksa, ternyata para santri tersebut positif covid.
“Tracing tetap dilakukan di masing-masing kluster ini,” ucap Setyawan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
