Connect with us

Pemerintahan

Puting Beliung Jadi Bencana Terbanyak di Gunungkidul, Kerugian Capai Miliaran

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bencana angin kencang mendominasi kebencanaan yang terjadi di Gunungkidul. Kerugian materiil akibat bencana di Gunungkidul pun mencapai miliaran rupiah. Hingga saat ini, bencana angin kencang pun masih berpotensi terjadi di Gunungkidul khususnya saat musim penghujan.

Pusdalops Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Parjiyanto, mengungkapkan, dari data kebencanaan yang dimiliki pihaknya, angin kencang ataupun puting beliung merupakan bencana yang paling banyak terjadi di Gunungkidul. Ia mencontohkan, pada tahun 2021 tercatat jumlah kebencanaan di Gunungkidul sebanyak 207 titik. Dari jumlah tersebut, bencana angin kencang tercatat sebanyak 70 titik, tanah longsor di 69 titik, kebakaran sebanyak 25 titik, banjir 21 titik, dan gempa 15 titik.

Berita Lainnya  Sapinya Sembuh dari PMK, Warga Pampang Adakan Kenduri

“Itu jumlah titik yang masuk ke kami. Mengakumulasikan bencana itu cukup susah, misalnya kejadian angin kencang di Semanu beberapa waktu lalu, di sana satu kejadian tapi dampaknya luas,” ucapnya, Selasa (14/06/2022).

Ia menambahkan, pada tahun 2022 hingga bulan Mei tercatat sudah ada 97 titik kejadian bencana. Seperti tahun sebelumnya, bencana angin kencang masih mendominasi terjadi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 titik merupakan kejadian angin kencang.

“Tanah longsor ada 31 titik, kebakaran 13 titik, banjir 3 titik, dan terlambat petir ada 1 titik. Kejadian paling besar tahun ini sampai sekarang itu angin kencang di Semanu,” imbuhnya.

Kerugian yang ditimbulkan pun mencapai miliaran rupiah. Pada tahun 2021, kerugian ditaksir mencapai Rp. 2,9 miliar sedangkan pada tahun 2022 hingga bulan Mei diperkirakan mencapai Rp. 1,8 miliar. Namun demikian, menurutnya perhatian pemerintah beberapa tahun belakangan ini terhadap penanggulangan bencana sudah meningkat dibandingkan sebelumnya.

Berita Lainnya  Hasil Buah-buahan di Kabupaten Gunungkidul Meningkat, Dinas Tingkatkan Produksi Melon Petani

“Misalnya mengajukan anggaran ke BTT itu tidak berselang lama sudah turun, jadi sekarang ada perhatian yang lebih ke penanganan bencana,” jelas Parjiyanto.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan lingkungan sekitar khususnya pohon di sekeliling rumah. Menurutnya, mitigasi bencana angin kencang dapat dimulai dengan memangkas dahan ataupun ranting pohon yang sudah lebat. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban pohon agar tidak bertambah ketika diterjang angin dan dapat meminimalisir pohon tumbang.

Ketersediaan peralatan dalam menangani bencana menurutnya sudah cukup komplit, namun pihaknya belum memiliki alat berat untuk menangani kebencanaan tanah longsor ataupun batuan besar yang longsor dengan skala yang lebih besar. Ia mencontohkan, seperti yang terjadi di Kapanewon Purwosari beberapa waktu lalu dimana ada batuan besar yang longsor dan menutupi jalan. Untuk mengatasi itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi untuk membantu memecahkan batu besar tersebut.

Berita Lainnya  Jalur Tleseh Kembali Gelap Gulita Lantaran Sejumlah LPJU Rusak, Dishub Gunungkidul Berencana Ambil Alih Perbaikan

“Sekarang juga sudah terbangun koordinasi penanganan bencana di lintas sektor, tapi kalau untuk ke depannya menangani bencana besar misal tanah longsor atau batuan besar yang longsor masih mengandalkan instansi yang memilikinya,” terang dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler