fbpx
Connect with us

Sosial

Ramai Postingan Wali Murid Keluhkan Besaran Sumbangan, Ini Tanggapan SMP N 2 Playen

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Beberapa hari lalu di sebuah grup media sosial ramai diperbincangkan mengenai keluhan salah seorang wali murid terhadap pungutan atau sumbangan dari pihak SMP Negeri 2 Playen yang nominalnya cukup besar. Postingan tersebut kemudian ramai dipergunjingkan oleh netizen yang ramai-ramai mengkritik kebijakan yang memberatkan para orang tua. Selain memberatkan, kebijakan semacam ini disebut menyalahi aturan di mana penarikan uang sumbangan kepada wali murid oleh sekolah tidak diperbolehkan ditentukan jumlah dan jangka waktu pembayaran.

Dalam postingan itu, terdapat 1 lembar kertas yang berisikan surat pengajuan sumbangan dengan besaran mulai dari 800 ribu hingga lebih dari 1 juta. Selembar kertas itu, formatnya pun selayaknya surat pernyataan kesanggupan dari pihak wali murid. Namun meski banyak tanggapan, postingan yang diunggah pada tanggal 10 September 2018 tersebut hanya berselang sehari kemudian dihapus. Dikabarkan, postingan dihapus setelah wali murid itu dipanggil oleh pihak sekolah.

Saat dikonfirmasi terkait permintaan sumbangan tersebut, Kepala SMP Negeri 2 Playen, Suripto, S.Pd mengatakan beberapa hari sebelum postingan itu menyebar, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan wali murid dan komite terkait capaian prestasi dan beberapa agenda kegiatan lainnya. Suripto menyebut bahwa permintaan sumbangan tersebut merupakan keputusan dari Komite Sekolah.

“Kami tidak tahu hitung-hitungannya bagaimana hingga ada penetapan jumlah sumbangan lebih dari Rp 800.000. Yang mengetok sumbangan adalah pihak komite,” ucap Suripto berkelit.

Menurut Kepala Sekolah yang ketika dikonfirmasi didampingi oleh 2 orang guru lainnya, dana yang terkumpul dari orang tua akan dipergunakan untuk membiayai proses pembelajaran yang bisa dibiayai oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia beberkan lebih lanjut, dana BOS memang hanya bisa digunakan untuk kepentingan pembelajar dengan jenis yang terbatas. Dana BOS tidak mencakup beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan, misalnya saja untuk biaya les, ekstrakulikuler, kegiatan keagamaan hingga rencana pihak sekolah untuk melakukan pemindahan gapura sekolah dan pengembangan kantin sekolah.

Setiap tahunnya, masing-masing murid SMP N 2 Playen mendapatkan dana BOS sebesar 1 juta. Jika dikalikan dengan jumlah murid yang ada, paling tidak 382 juta dana BOS diterima oleh pihak sekolah.

“Jika uang sumbangan sukarela yang dimaksud terkumpul, akan dialokasikan untuk pemindahan gapura SMP sebesar 80 juta dan pengembangan atau pengeramikan kantin sekolah yang menelan dana sekitar 8-9 juta. Selain itu, biaya dengan nominal itu digunakan selama 1 tahun untuk memperbaiki mutu pendidikan para siswa,” urai dia.

Ia mengklaim jika sejauh ini tidak ada wali murid yang merasa keberatan dengan sodoran sumbangan tersebut. Jika sekiranya memang ada beberapa yang keberatan dan komite memiliki kebijakan lain, tentu program tersebut tidak akan diteruskan. Tentu dengan konsekuensi tidak ada kegiatan yang berjalan sesuai dengan rencana.

“Kalau memang nantinya komite memutuskan untuk tidak ada sumbangan ya kita ndherek saja. Dengan konseuensi tidak ada kegiatan, misal acara-acara dan les tidak ada,” imbuh dia.

Suripto menyatakan bahwa sekolah sangat transparan terkait pengelolaan dana sumbangan wali murid. Saran dan kritik dari para wali murid bukan menjadi sesuatu yang tabu.

“Kita terbuka sebenarnya. Mau menerima kritik dan saran. Toh kalau anaknya 2 sekolah disini bayarnya juga cuma 1 kok,” katanya.

Gapura SMP N2 Playen yang rencananya akan dipindahkan menggunakan biaya sumbangan wali murid (Foto by Arista Putri)

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga telah mengklarifikasi postingan di sebuah grup media sosial itu dengan yang bersangkutan pada tanggal 11 September 2018 lalu. Pihaknya memberikan pemahaman kepada yang bersangkutan bahwa dana sumbangan memang sangat dibutuhkan pihak sekolah untuk membiayai sejumlah kegiatan.

Disinggung mengenai penghapusan postingan tersebut, pihak sekolah menyatakan tidak meminta yang bersangkutan menghapus, namun itu dilakukan berdasarkan kemauan dari wali murid.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti adanya penarikan sumbangan yang dilakukan oleh SMP Negeri 2 Playen. Namun demikian, dinas akan segera turun tangan dengan melakukan klarifikasi terhadap pihak sekolah maupun wali murid. Hasil klarifikasi inilah yang nantinya akan menjadi dasar dalam mengambil langkah lanjutan. Jika nantinya ditemukan adanya penyimpangan, tentu pihak dinas akan melakukan penindakan.

“Kami akan klarifikasi dulu dengan sekolah. Jangan sampai ada yang dikorbankan misalnya dampak mutu ataupun hak anak didik dikorbankan,” tutup dia.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler