fbpx
Connect with us

Sosial

Minat Terus Meningkat, Puluhan TKI Asal Gunungkidul Diberangkatkan Pada Tahun 2018 Ini

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Beberapa tahun terakhir ini, minat masyarakat Gunungkidul untuk mengadu nasib di luar negeri terus mengalami peningkatan yang lumayan signifikan. Sulitnya lapangan pekerjaan di Gunungkidul serta mengubah taraf hidup menjadi motivasi utama para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tersebut untuk mengadu nasib jauh dari kampung halaman. Pada pertengahan tahun 2018 ini, telah ada puluhan warga Gunungkidul yang diberangkatkan menuju berbagai negara di belahan dunia.

Staf Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Gunungkidul, Syamsuri menyatakan, mulai dari awal Januari hingga akhir Juli 2018 lalu, tercapat 88 warga Gunungkidul yang akan diberangkatkan ke berbagai negara. Jumlah tersebut meningkat pesat jika dibandingkan dengan jumlah TKI yang diberangkatkan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Misal tahun 2017 lalu yang hanya 79 TKI yang berangkat dalam satu tahun,” kata Syamsuri, Jumat (14/09/2018) lalu.

Para pahlawan devisa tersebut ditempatkan di berbagai negara misalnya yang memiliki hubungan kerja dengan Indonesia yakni Malaysia, Korea, Jepang, Taiwan dan Hongkong. Namun demikian beberapa negara lainnya juga memiliki kerjasama yang baik. Meski mendorong masyarakat untuk bekerja di luar negeri, pemerintah juga tidak lepas tangan. Komunikasi dan pemantauan terhadap para TKI tersebut juga terus dilakukan untuk melindingi mereka.

Selain itu, penyaringan kualitas para TKI juga harus tetap dijaga. Hal itu agar nantinya terjalin hubungan yang baik sehingga ke depan dapat kembali dipercaya kembali.

“Ada komunikasi terus lah dengan pemerintah. Tidak lepas tangan begitu saja,” imbuh dia.

Dari pemerintah baik Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak KB dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa saling bekerja sama dalam pemantauan dan pendekatan terhadap masyarakat. Belakangan ini di sejumlah daerah tengah ramai diperbincangkan mengenai perdagangan TKW dan penelantaran sejumlah TKI.

Menyikapi hal itu, pemerintah daerah bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait untuk memberikan penyuluhan dan pemahaman pada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh. Pasalnya banyak sekali oknum yang memberikan penawaran lapangan pekerjaan dengan iming-iming gaji dan beberapa hal lainnya yang kemudian berujung pada penipuan. Ini disebutnya sangat berbahaya lantaran di tengah kondisi ekonomi serta kebutuhan lapangan yang besar, iming-iming semacam ini banyak membuat masyarakat tergoda.

Pendekatan itulah yang terus dilakukan. Agar nantinya TKI TKW dari Gunungkidul tidak menjadi korban ketidak tanggungjawaban dari sejumlah oknum tersebut.

“Kita ingin tenaga kerja dari Gunungkidul bisa bekerja dengan nyaman dan mendapatkan semua haknya,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) DIY, Suparjo mengatakan, untuk lingkup DIY, selama satu tahun ini tercatat sebanyak 2500 TKI dan TKW yang telah dikirimkan ke luar negeri. Mereka dikirimkan ke benua Asia, Amerika, Eropa dan wilayah Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa trend bekerja di luar negeri bagi masyarakat DIY terus mengalami peningkatan.

Seiring berjalannya waktu dan perekonomian yang semakin mendesak, mendorong masyarakat untuk berfikir jauh yakni salah satunya menjadi tenaga kerja di luar negeri. Untuk di Gunungkidul, keterlibatan dalam hal ini sebenarnya sudah mengalami peningkatan yang luar biasa, meski jumlahnya dianggap belum begitu banyak.

“Kita terus mendorong masyarakat untuk bisa dan mampu bekerja di luar negeri. Tentu prioritas adalah sektor formal supaya mereka mendapatkan perlindungan dan mudah bagi kita untuk memantau,” tambah dia.

Dari ribuan TKI dan TKW yang tersebar di berbagai belahan dunia ini, per tahunnya menyumbang devisa yang cukup besar. Tercatat sedikitnya para pahlawan devisa itu menyumbang 280 Milyar lebih. Jumlah ini besar kemungkinan bisa semakin besar lantaran data ini hanyalah dari data yang tercatat di pemerintah.

“Memang hasilnya cukup besar bekerja di luar negeri,” tutur dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler