Sosial
Minat Terus Meningkat, Puluhan TKI Asal Gunungkidul Diberangkatkan Pada Tahun 2018 Ini
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Beberapa tahun terakhir ini, minat masyarakat Gunungkidul untuk mengadu nasib di luar negeri terus mengalami peningkatan yang lumayan signifikan. Sulitnya lapangan pekerjaan di Gunungkidul serta mengubah taraf hidup menjadi motivasi utama para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tersebut untuk mengadu nasib jauh dari kampung halaman. Pada pertengahan tahun 2018 ini, telah ada puluhan warga Gunungkidul yang diberangkatkan menuju berbagai negara di belahan dunia.
Staf Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Gunungkidul, Syamsuri menyatakan, mulai dari awal Januari hingga akhir Juli 2018 lalu, tercapat 88 warga Gunungkidul yang akan diberangkatkan ke berbagai negara. Jumlah tersebut meningkat pesat jika dibandingkan dengan jumlah TKI yang diberangkatkan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Misal tahun 2017 lalu yang hanya 79 TKI yang berangkat dalam satu tahun,” kata Syamsuri, Jumat (14/09/2018) lalu.
Para pahlawan devisa tersebut ditempatkan di berbagai negara misalnya yang memiliki hubungan kerja dengan Indonesia yakni Malaysia, Korea, Jepang, Taiwan dan Hongkong. Namun demikian beberapa negara lainnya juga memiliki kerjasama yang baik. Meski mendorong masyarakat untuk bekerja di luar negeri, pemerintah juga tidak lepas tangan. Komunikasi dan pemantauan terhadap para TKI tersebut juga terus dilakukan untuk melindingi mereka.
Selain itu, penyaringan kualitas para TKI juga harus tetap dijaga. Hal itu agar nantinya terjalin hubungan yang baik sehingga ke depan dapat kembali dipercaya kembali.
“Ada komunikasi terus lah dengan pemerintah. Tidak lepas tangan begitu saja,” imbuh dia.
Dari pemerintah baik Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak KB dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa saling bekerja sama dalam pemantauan dan pendekatan terhadap masyarakat. Belakangan ini di sejumlah daerah tengah ramai diperbincangkan mengenai perdagangan TKW dan penelantaran sejumlah TKI.
Menyikapi hal itu, pemerintah daerah bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait untuk memberikan penyuluhan dan pemahaman pada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh. Pasalnya banyak sekali oknum yang memberikan penawaran lapangan pekerjaan dengan iming-iming gaji dan beberapa hal lainnya yang kemudian berujung pada penipuan. Ini disebutnya sangat berbahaya lantaran di tengah kondisi ekonomi serta kebutuhan lapangan yang besar, iming-iming semacam ini banyak membuat masyarakat tergoda.
Pendekatan itulah yang terus dilakukan. Agar nantinya TKI TKW dari Gunungkidul tidak menjadi korban ketidak tanggungjawaban dari sejumlah oknum tersebut.
“Kita ingin tenaga kerja dari Gunungkidul bisa bekerja dengan nyaman dan mendapatkan semua haknya,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) DIY, Suparjo mengatakan, untuk lingkup DIY, selama satu tahun ini tercatat sebanyak 2500 TKI dan TKW yang telah dikirimkan ke luar negeri. Mereka dikirimkan ke benua Asia, Amerika, Eropa dan wilayah Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa trend bekerja di luar negeri bagi masyarakat DIY terus mengalami peningkatan.
Seiring berjalannya waktu dan perekonomian yang semakin mendesak, mendorong masyarakat untuk berfikir jauh yakni salah satunya menjadi tenaga kerja di luar negeri. Untuk di Gunungkidul, keterlibatan dalam hal ini sebenarnya sudah mengalami peningkatan yang luar biasa, meski jumlahnya dianggap belum begitu banyak.
“Kita terus mendorong masyarakat untuk bisa dan mampu bekerja di luar negeri. Tentu prioritas adalah sektor formal supaya mereka mendapatkan perlindungan dan mudah bagi kita untuk memantau,” tambah dia.
Dari ribuan TKI dan TKW yang tersebar di berbagai belahan dunia ini, per tahunnya menyumbang devisa yang cukup besar. Tercatat sedikitnya para pahlawan devisa itu menyumbang 280 Milyar lebih. Jumlah ini besar kemungkinan bisa semakin besar lantaran data ini hanyalah dari data yang tercatat di pemerintah.
“Memang hasilnya cukup besar bekerja di luar negeri,” tutur dia.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial7 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
