Pariwisata
Rapat Dewan dan OPD Terkait Heha, Bahas Regulasi Hingga Penting Tidaknya Investor Masuk ke Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul beberapa waktu lalu menggelar rapat besar bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan polemik berdirinya obyek wisata HeHa Ocean View, di Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang. Pembahasan dalam rapat yang dihadiri oleh sejumlah petinggi di kalangan eksekutif dan legislatif ini menyangkut perizinan hingga penting tidaknya investor masuk ke Gunungkidul. Kendati demikian, tidak ada keputusan mutlak dalam rapat yang digelar di ruang rapat paripurna ini.
Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, terungkap bahwa destinasi wisata tersebut belum melengkapi sejumlah izin yang semestinya wajib dikantongi pengelola. Selain itu, kepatuhan tentang protokol kesehatan (prokes) juga masih dilanggar dan menimbulkan potensi terjadinya kerumunan ditengah pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan bahwa tim dari pengelola destinasi wisata memang sudah memproses tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Heha. Tetapi setelah beberapa tahap demi tahapan, saat ini masih mandheg.
“Seharusnya tahap berikut yang harus dilakukan yakni diskusi mengenai jawaban tersebut, tetapi hingga saat ini masih belum dilanjutkan,” ucap Agus.
Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih SE meminta Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gunungkidul melakukan telaah hukum terhadap informasi yang diberikan terutama berkaitan dengan regulasi pembangunan destinasi wisata tersebut.
“Belum ada keputusan atau rekomendasi terkait itu. Kami minta bagian hukum Pemkab Gunungkidul melakukan telaah terhadap persoalan ini,” ucapnya.
Selain itu, Endah juga menyoroti perihal adanya kerumunan pengunjung di obyek wisata itu. Menurutnya, hal ini mendapatkan banyak protes dari masyarakat lantaran pada masa PSTKM seperti saat ini, banyak usaha kecil warga yang diminta tutup.
“Ini yang kemudian mengundang polemik di kalangan masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno menyampaikan sudut pandang lainnya. Menurutnya, dunia pariwisata adalah salah satu pilar utama dalam kemajuan Gunungkidul. Melejitnya dunia pariwisata sejak beberapa tahun terakhir ini harus dimanfaatkan momentumnya secara maksimal. Suharno tak memungkiri bahwa agar kemudian dapat menjadi tujuan utama pariwisata, diperlukan investor-investor besar untuk membangun destinasi-destinasi wisata.
Dampak dari masuknya investor ini akan sangat besar. Selain membuka lapangan pekerjaan untuk warga Gunungkidul, juga sangat memungkinkan untuk memutar roda perekonomian masyarakat.
“Munculnya investor ini membuka lapangan pekerjaan di tengah sulitnya situasi pandemi seperti saat ini,” paparnya.
“Tidak usah sampai ada penutupan, yang jelas semua ke depan perlu pembenahan,” kata Harno.
Untuk itu, dalam waktu dekat ini, DPRD Gunungkidul sendiri akan membahas mengenai Perda Investasi. Di mana nanti di dalamnya akan mengatur investasi di Gunungkidul. Pasalnya, dirinya meyakini bahwa potensi yang ada di Bumi Handayani akan semakin dilirik oleh investor.
“Jangan sampai investor menjadi takut, Perdanya akan kita buat untuk mengatur investasi di Gunungkidul. Ini bisa mendorong semakin banyak investor masuk,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
