Politik
Real Count Golkar, Sunaryanta-Heri Susanto Sementara Unggul dengan 37,80 Persen Perolehan Suara
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pasca penghitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gunungkidul, Partai Golkar langsung melakukan realcount. Berbasis data para saksi di lapangan, calon yang diusung partai berlambang beringin, Sunaryanta-Heri Susanto mampu mengungguli para pesaingnya.
Ketua DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, sampai dengan pukul 17.51 WIB, pihaknya mendapatkan laporan dari para saksi dilapangan dengan total suara sah masuk sebanyak 117.488 suara. Dari total tersebut, Sunaryanta-Heri Susanto berhasil unggul dengan perolehan 44.411 suara atau 37,80 persen.
“Karena realcount, kita masih lambat baru diangka 117 ribu. Sementara pasangan yang kami usung memang unggul,” ucap Heri kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu (09/12/2020).
Heri menambahkan, hasil tersebut diharapkan akan tetap konsisten untuk kemenangan Sunaryanta. Pasalnya, sementara ini pasangan yang diusung bersama PKB itu selisih cukup banyak dari pesaing lainya.
“Perolehan di nomor urut dua pasangan Sutrisno 28,605% kemudian dengan urutan tiga paslon Bambang Benyamin 21,70% kemudian terakhir Immawan Martanty 11,606%. Dari realcount yang dilakukan oleh Badan Saksi Nasional Partai Golkar, kami optimis paslon nomor empat menang,” ucap dia.
Heri juga menambahkan, saat ini di kediaman Sunaryanta juga menggelar quickcount. Pihaknya mendapat informasi bahwa pasangan tersebut memang memenangkan pilkada kali ini.
“Kami optimis, tetapi kita tetap menghormati keputusan KPU nantinya,” ucap dia.
Sementara itu, dari hasil realcount laman resmi KPU pilkada2020.kpu.go.id telah dapat dilihat hasil dari Pilkada Gunungkidul. Namun demikian rekap online ini sendiri sempat terhambat dengan akses yang down sekitar dua jam.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan hingga pukul 16.30 WIB, dapat dilihat terdapat 6 dari 1.900 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk pada laman sirekap.
Dari versi cepat sirekap dapat diketahui paslon nomor 1 unggul Sutrisno Ardi memperoleh 36,6%, paslon nomor 2 Immawan Martanty 17,0%, paslon nomor 3 Bambang Benyamin 21,9% dan paslon nomor 4 Sunaryanto Heri memperoleh 24,4%.
“Jam-jam rekapitulasi suara 13.00 WIB mulai rekap, tapi websitenya down, harusnya mereka rekap bisa langsung foto dan scan,” ucap Hani.
Hani menambahkan, akibat downnya sirekap, akan ada alur tambahan di tingkat kapanewon. Hal ini karena proses rekap di kapanewon harus disertai dengan beresnya unggahan Sirekap pada tingkat TPS.
“Memang harus beres dulu di TPS, kalau TPS beres baru bisa rekap ditingkat kapanewon. Rekap di tingkat kapanewon tanggal 11, kabupaten tanggal 12-17,” jelas Hani.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
