Politik
KPU Gunungkidul Akan Menambah 35 Petugas Verifikasi Faktual
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul akhirnya memutuskan untuk menambah petugas verifikasi faktual. Penambahan ini dipastikan berjumlah 35 orang. Seperti yang diketahui, tahapan paling dekat yakni verfikasi faktual calon perorangan.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, mereka akan terlibat dalam proses verifikasi faktual dukungan perseorangan. Menurutnya, tambahan ini diperlukan mengingat banyaknya jumlah dukungan yang harus diberikan dalam waktu 14 hari. Adapun tambahan sendiri diambilkan dari mengangkat petugas pemilihan suara di tujuh desa dengan dukungan calon per orangan yang paling banyak.
“Ada lebih dari 90.700 dukungan yang harus diverifikasi dalam waktu 2 Minggu, karena itu tambahan tenaga diperlukan,” jelas Hani Minggu (28/06/2020).
Dikatakan Hani, 35 petugas verifikasi faktual ini akan ditempatkan di sejumlah desa yang memiliki dukungan paling banyak untuk membantu petugas yang sudah ada. Sebab, ada beberapa desa yang dukungannya terkonsentrasi di situ.
“Jumlah keseluruhan, KPU Gunungkidul 432 PPS di 144 desa, di luar tambahan 35 PPS tersebut. Tiap desa akan ditempatkan 3 PPS, ditambah 3 staf sekretariat untuk proses verifikasi tersebut,” jelasnya.
Jika merujuk jadwal dari KPU RI, tahap verifikasi berlangsung mulai 24 Juni hingga 12 Juli selama 18 hari. Namun demikian prakteknya di lapangan dibatasi jadi 14 hari, mulai 27 Juni sampai 10 Juli.
Terpisah, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Gunungkidul, Rosita menyatakan pihaknya siap melakukan pengawasan terhadap proses verifikasi dukungan. Ia mengakui pengawasan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh lantaran petugas pengawas yang ada di tiap desa hanya 1 orang.
“Mengingat tenaga kami terbatas, maka tidak semua proses verifikasi diikuti seluruhnya,” kata Rosita.
Menyiasati kendala tersebut, Bawaslu Gunungkidul akan menerapkan metode sampling dalam proses pengawasannya nanti. Masing-masing bakal pasangan calon pun diminta menyediakan tim pendamping.
“Tim pendamping diperlukan apabila ada warga yang belum bisa ditemui saat proses verifikasi dukungan dilakukan,” kata dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized6 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
